Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Desember 2010

Loricifera, Makhluk Hidup Yang Dapat Berkembang Biak Tanpa Oksigen


Sekelompok peneliti laut dalam asal Italia dan Denmark menemukan hewan multiseluler yang melangsungkan seluruh hidupnya tanpa menghirup oksigen.

Kelompok peneliti itu menemukan tiga spesies Loricifera (hewan serupa ubur-ubur berukuran panjang kurang dari satu milimeter) di endapan cekungan L’Atalante, sebuah kawasan perairan asin tak beroksigen di kedalaman 3000 meter, dasar laut Mediterrania, atau laut tengah.

Ketika Antonio Pusceddu, peneliti dari Marche Polytechnic University, Italia, dan rekan-rekannya menemukan Loricifera tersebut, mereka memperkirakan bahwa hewan itu jatuh ke dasar laut setelah hewan itu mati.


“Kami kira sangatlah tidak mungkin mereka bisa hidup di sana,” kata Pusceddu, seperti dikutip dari Discovermagazine, 27 Desember 2010. Akan tetapi, dari uji coba yang dilakukan pada dua ekspedisi berikutnya, diketahui bahwa hewan yang ditemukan itu masih hidup.


Pusceddu menyebutkan, Loricifera memiliki cara adaptasi yang unik terhadap lingkungan bebas oksigen.

Hewan ini tidak memiliki mitochondria (sel yang mampu mengonversi oksigen menjadi energi seperti yang ada di seluruh sel hewan lainnya). Akan tetapi mereka menggunakan struktur yang menyerupai hydrogenosom, organ yang menggunakan mikroba untuk menghasilkan energi.

Yang menarik, temuan ini membuka kemungkinan adanya kehidupan hewan yang lebih kompleks di lingkungan keras bebas oksigen lainnya. Baik di Bumi ataupun di tempat-tempat lain.

Sumber : teknologi.vivanews.com

Rabu, 22 Desember 2010

Otak Manusia Masih Akan Berkembang Walaupun Sudah Menginjak Usia Tua


Otak manusia terus berkembang sampai usia paruh baya


Menurut penelitiani, otak manusia terus berkembang sampai orang memasuki usia paruh baya.
Prefrontal cortex, yang terletak tepat di belakang kening, terus berkembang sampai seseorang memasuki usia sekitar 30 tahun dan 40 tahun. Bagian ini, menurut para peneliti, adalah bagian otak yang memengaruhi sifat sifat sosial seseorang, juga berfungsi untuk mengambil keputusan dan dalam berinteraksi. "Bagian ini yang membuat kita 'manusia'," demikian para peneliti menyebutkan.

Sarah-Jayne Blakemore, dari University College London mengungkapkan pada The Telegraph, "Sejak 10 tahun yang lalu kita percaya kalau otak berhenti berkembang pada saat awal masa kanak-kanak."

Sarah menambahkan kalau kini anggapan itu berubah. "Otak terus berubah hingga beberapa dekade kemudian," katanya pada saat mengungkapkan penelitian ini di simposium British Neuroscience Chirstmas di London, Inggris. Prefrontal cortex mengalami perkembangan yang paling lama, dimulai dari masa kecil sampai umur 30 hingga 40 tahun.

Selasa, 21 Desember 2010

Otak Akan Mempelajari kata Baru Setelah 15 Menit

 
Otak akan mempelajari sebuah kata baru dalam waktu kurang dari 15 menit ketika kata tersebut diperdengarkan sebanyak 160 kali. Menurut para ilmuwan di University of Cambridge, otak akan membuat jaringan saraf baru untuk mengingat kata tersebut.

Temuan para ilmuwan ini menjelaskan kalau waktu yang dibutuhkan otak untuk mempelajari kata itu ternyata lebih cepat dari pada perkiraan.

Penelitian dilakukan dengan menempatkan elektroda di kepala 16 relawan yang sehat. Aktivitas otak mereka dimonitor selama mengikuti pengujian yang terdiri dari 2 tahap. Pada tahap pertama, para relawan diperdengarkan pada kata-kata yang sudah familiar. Tahap kedua, mereka diperdengarkan pada kata asing yang disebut berulang-ulang.

Di awal tahap kedua, aktivitas otak menunjukkan kalau otak berusaha mengenali kata tersebut. Tapi, setelah 160 kali pengulangan dalam 14 menit, aktivitas otak tidak dapat dibedakan dengan aktivitas otak di tahap pertama. "Secara virtual tidak ada bedanya," kata Dr. Yury Shtyrov yang terlibat dalam penelitian.

 "Untuk mendengarkan saja sudah membantu untuk belajar bahasa," ujar Dr. Shtyrov kepada The Telegraph. Akan tetapi, untuk mengucapkan kata tersebut, butuh jaringan saraf baru, yakni bagian otak yang mengatur bicara.

Meski demikian, penelitian ini tidak bertujuan untuk membantu turis belajar bahasa. Menurut Dr. Shtyrov, penelitian ini untuk membantu pasien stroke mengembalikan kemampuan bicara. Untuk itu, University of Cambridge menggandeng Cognition & Brain Sciences Unit dari Medical Research Council untuk mengembangkan sebuah terapi afasia yang diberi nama CIAT (Constraint-induced Aphasia Therapy). Afasia merupakan kehilangan kemampuan bicara akibat sakit, cacat, atau cedera pada otak.

Tes berikutnya akan melibatkan pasien stroke. Seperti dijelaskan Dr. Shtyrov, rehabilitasi bisa cepat dengan menargetkan bagian otak untuk memori. "Kuncinya adalah repetisi. Otak bekerja dengan baik pada saat kondisi santai dan tidak berusaha mengingat," jelasnya.

Ia memberi contoh dalam bidang olah raga. Seseorang bisa hapal nama pemain, tim, bahkan aturan dengan baik. "Itu karena setiap informasi selalu berulang dan orang merasa tidak perlu menghapal. Otak tidak dapat menghapal semua hal. Otak memilih yang penting dan yang tidak penting," tegas Dr. Shtyrov.

Senin, 20 Desember 2010

Hebat! Ternyata Bakteri E-Coli Mampu Menampung Data Sebanyak 900 Ribu Gigabyte


 Para peneliti asal Hong Kong telah menemukan cara untuk menyimpan data di dalam DNA bakteri.
Ternyata, bakteri yang digunakan sebagai sampel, bakteri E. coli mampu menyimpan hingga 900 ribu gigabyte atau 900 terabyte data.

Dalam uji coba awal, seperti diberitakan i09, peneliti meng-encode sebuah pesan singkat ke dalam sebuah vektor bersama dengan dua pengulangan yang dibalik.

Kemudian, peneliti mendesain sebuah primer yang menarget pesan yang sudah di-encode baik dalam orientasi normal ataupun dalam orientasi tambahan yakni yang sudah dibalik.
Kedua set primer tersebut bisa digunakan untuk meng-generate produk PCR (Polymerase Chain Reaction).

Ini mengindikasikan bahwa pesan ter-encode hadir di pesan yang sudah direkombinasi dan di dalam bentuk normal. Hasil ujicoba pengulangan juga mengonfirmasikan akurasi produk PCR yang bersangkutan.
Peluang dari penggunaan bioteknologi ini sendiri sangat luar biasa.
Peneliti menemukan, satu gram sek bakteri E. coli mampu menyimpan hingga 900 ribu gigabyte atau 900 terabyte data.
Artinya, bakteri mampu menyimpan hampir 500 kali lipat lebih banyak dibandingkan harddisk terbesar saat ini.
Sebagai contoh, harddisk komputer desktop berkapasitas 1,5 terabyte saat ini umumnya memiliki bobot seberat 1 kilogram. Jika harddisk itu terbuat dari bakteri, maka kapasitasnya menjadi 900 petabyte.

Lalu, apakah menggunakan bakteri E. coli untuk menyimpan data tidak berpotensi menimbulkan penyakit?

Tak perlu khawatir. Peneliti sudah menemukan rangkaian non-virulent dari bakteri tersebut. Bakteri E. coli yang digunakan sudah didesain sedemikian rupa sehingga hanya berfungsi menyimpan data di DNA dan melakukan reproduksi, dan DNA yang digunakan tidak meng-encode protein yang berpotensi berbahaya.

Bagaimana Bentuk Visualisasi Mengenai Tuhan Di Dalam Otak Kamu?


Hubungan antara ilmu sains dan agama selalu menjadi topik yang kontroversial di mana-mana. Sampai hari ini, kedua elemen tersebut sulit untuk dicampuradukkan.

Namun, gambar di bawah ini menunjukkan apa yang terjadi pada otak seorang beragama ketika berpikir tentang Tuhan. Seorang ilmuwan bernama Dr Andrew Newberg melakukan scan pada otak orang yang sedang melakukan doa, meditasi, dan berbagai ritual agama lainnya.

Newberg adalah penganut kuat salah satu ilmu sains yang kontroversial, yang dikenal dengan neurotheology. Ilmu sains ini coba mempelajari hubungan antara otak dan agama atau konsep Ketuhanan.

Sebagai bagian dari penelitiannya, Newberg mempelajari aktivitas otak umat Buddha Tibet sebelum dan selama meditasi. Saat meditasi, cuping otak bagian depan menunjukkan aktivitas yang lebih banyak ketimbang keadaan otak diam. Dia mengidentifikasi efek ini sebagai pengalaman agama seseorang yang melakukan meditasi.


Namun, bagaimanapun hasil scan ini bisa jadi hanya gambar yang berbeda dari apa yang terjadi pada otak saat orang bermeditasi ketimbang menghubungkannya dengan agama.

Tak heran. Sejak awal kemunculannya, neurotheology terus menuai kritik pedas dan diserang sengit oleh akademisi-akademisi lain yang mengatakan ilmu itu tidak cukup disiplin dan kuat untuk dijadikan dasar. Lagipula, konsep ketuhanan dan sains tak bisa dihubungkan dengan cara ini. Meski ini bukan kali pertama aktivitas otak dan meditasi dipelajari.

Sebelumnya, tepatnya bulan lalu, sebuah studi yang yang dilakukan University of Oregon menemukan bahwa orang yang bermeditasi dapat memperkuat otak mereka. Hal ini dibuktikan dengan sesi pelatihan meditasi selama setengah jam pada hari kerja selama satu bulan penuh pada sejumlah orang di satu kelompok.

Sementara kelompok lainnya juga menerima jumlah bimbingan yang sama, yakni 11 jam, dengan teknik relaksasi dasar. Hasilnya: koneksi otak orang-orang di dalam kelompok meditasi mulai terlihat kuat setelah latihan enam jam. Perbedaan semakin jelas ketika menginjak 11 jam. Perubahan struktural ini merupakan serat hubungan terbesar pada anterior cingulate, bagian dari otak yang mengatur emosi dan perilaku.

"Kami mengevaluasi apa yang terjadi pada otak manusia saat mereka melakukan praktik spiritual seperti meditasi dan doa," kata Newberg, dikutip VIVAnews dari Daily Mail, Senin 21 Desember 2010.

"Ini benar-benar membuka mata kita untuk mengetahui apa yang terjadi ketika mereka orang-orang religius melakukan doa, meditasi, atau praktik-praktik keagamaan dan spiritiual. Dan, terlihat jelas perbedaannya antara otak yang melakukan meditasi dan tidak," tandasnya.

"Bagi orang-orang yang ingin berargumentasi, menentang, menolak atau mengkritik hasil temuan kami, dan menganggap temuan ini tidak lebih dari fenomena biologis, kami menerima simpulan itu. Tetapi, data di atas juga tidak secara spesifik menghilangkan gagasan bahwa ada kehadiran agama, rohani, dan Tuhan, di dunia," pungkas Newberg.

Sumber :  kawatduriku.blogspot.co

Rabu, 15 Desember 2010

Menguak Asal Usul Emas Dan Platina


Sebuah penelitian di Amerika Serikat menemukan darimana sesungguhnya logam mulia emas dan platina, serta elemen lainnya.

Ternyata tabrakan hebat antara Bumi, Bulan dan Mars pada 4,5 miliar tahun lalu telah menyuntikkan elemen-elemen berharga ke bumi. Pada hari-hari terakhir pembentukan planet, objek sebesar Pluto menabrak Bumi, kata para peneliti. Mars dan Bulan menyerap yang kecil, tapi penghancuran tetap luar biasa.

Dalam tabrakan kosmik traumatis itu telah mengetuk Bumi dari sumbunya hingga bergeser 10 derajat. Tapi tabrakan juga mengeluarkan emas dan elemen lainnya dan mungkin membawa sejumlah besar air ke Bulan, kata para peneliti.

"Kami dapat menggunakan informasi ini untuk memberitahu kami tentang percepatan pertumbuhan yang membesar dari bumi, bulan dan Mars," kata pemimpin studi Bill Bottke dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Emas, platina, paladium dan lainnya yang disebut elemen "siderophile" memiliki afinitas yang kuat pada besi. Jadi elemen ini akan mengikuti besi ke dalam inti Bumi, Bulan dan Mars saat objek itu terbentuk, bergerak dari kerak, kata para peneliti.

Tapi siderophiles ditemukan di bagian atas dalam jumlah berlimpah, sehingga membingungkan. "Kelimpahan elemen ini sangat tinggi," kata Bottke pada SPACE.com. "Orang-orang bertanya-tanya,bagaimana ini bisa terjadi? Mereka sudah berdebat tentang hal itu selama beberapa dekade. "

Sumber : www.berita2.com

Kesulitan Belajar Matematika ? Bukan Masalah Lagi Apabila Otak Sudah Disetrum

http://netsains.com/wp-content/uploads/2008/12/head_and_brain.jpg

Gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan untuk menghitung angka-angka, biasa disebut dengan Diskalkulia. Aliran listrik pada bagian tertentu di otak, mampu untuk mengatasi gangguan ini, dan bahkan efeknya dapat bertahan hingga 6 bulan.

Tentu saja cara mengalirkan listrik ke otak, tidak semudah menyalakan lampu. Ada teknik tertentu yang jika tidak dilakukan dengan benar, justru menyebabkan efek sebaliknya, yakni semakin sulit mengerjakan soal matematika.

Dalam sebuah eksperimen, ilmuwan dari Oxford University berhasil menemukan teknik yang tepat untuk mengatasi diskalkulia dengan aliran listrik. Eksperimen ini melibatkan 15 mahasiswa dengan rentang usia 20 hingga 21 tahun.

Ketika arus listrik sebesar 1 miliampere (mA) dialirkan di otak pada bagian parietal lobe yang mengatur kemampuan numerik dan matematis, para relawan merasakan efek yang cukup signifikan. Namun, efeknya bervariasi, tergantung arah dari aliran listrik.

Jika dialirkan dari bagian kanan parietal lobe ke bagian kirinya, kemampuan berhitung para relawan meningkat hingga 2 kali lipat. Sebaliknya, ketika dialirkan dari arah kiri ke kanan, kemampuannya turun drastis, hingga setara dengan kemampuan anak usia 6 tahun.

Karena teknik sesungguhnya jauh lebih rumit, salah satu ilmuwan, yakni Dr. Cohen Kadosh mengingatkan, agar teknik ini tidak dicoba sendiri di rumah. Bagaimanapun, teknik ini masih dalam tahap uji coba, sehingga masih butuh penelitian lebih lanjut sebelum digunakan secara luas.

"Cara ini tidak akan mengubah seseorang menjadi secerdas Einstein, tapi jika beruntung, suatu saat nanti akan berguna untuk mereka yang mengalami kesulitan belajar spesifik seperti diskalkulia," ungkap Dr. Kadosh seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (5/11/2010).

Sumber : siradel.blogspot.com

Jumat, 03 Desember 2010

Merkuri Picu Homoseksualitas Pada Burung

Pemberian merkuri dalam dosis rendah pada burung ibis putih ternyata bisa mengubah orientasi seksual burung. Merkuri menyebabkan banyak burung jantan berubah menjadi gay sehingga tak ada yang membuahi burung betina dan populasi anakan pun berkurang.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/01/1210145620X310.jpg

Kesimpulan tersebut didapatkan dalam penelitian Peter Frederick dari Universitas Florida di Gainesville dan Nilmini Jayasena dari Universitas Peradeniya di Sri Lanka. Hasil penelitiannya sendiri dipublikasikan dalam Proceedings of the Royal Society B yang terbit baru-baru ini.

Untuk mendapat kesimpulan tersebut, mereka mengambil sampel 160 burung ibis putih, mencekokinya dengan metil merkuri, dan mengobservasi setelahnya. Keduanya membagi burung menjadi 4 grup dengan dosis cekokan berbeda, yaitu 0,3 ppm, 0,1 ppm, 0,05 ppm, dan terakhir tak diberi metil merkuri.

Ketiga kelompok burung yang diberi merkuri terbukti secara signifikan berubah menjadi homoseks. Pada dosis 0,3 ppm, 81 persen burung jantan berubah menjadi penyuka sesama jenis. Mereka saling kawin satu sama lain, membangun sarang bersama, dan berduaan hingga beberapa minggu lamanya.

Sementara itu, populasi yang diberi merkuri tetapi tetap heteroseksual menunjukkan kualitas yang rendah dalam memelihara anakan. Frederick mengatakan, jika hal itu terjadi secara berkelanjutan, produksi anakan akan berkurang hingga 50 persen.

Penelitian ini adalah temuan pertama yang mendeskripsikan pengaruh zat kimia pada orientasi seksual hewan. Banyak bahan kimia dilaporkan mampu mengubah hewan jantan tertentu menjadi lebih feminin dan berkurang kesuburannya, tetapi tidak sampai mengubah orientasi seksualnya.

Merkuri sendiri adalah senyawa yang sangat beracun, terutama jika terdapat dalam wujud metil merkuri. Namun, menurut Frederick, sejauh ini tidak ada bukti yang mengungkapkan pengaruh merkuri pada orientasi seksual manusia, kecuali jika dilakukan studi jangka panjang untuk mengetahuinya.


Sumber : sains.kompas.com

Rabu, 01 Desember 2010

Inilah Kesempatan Bagi Kamu Untuk Bisa Hidup Abadi (NO HOAX)

Pada tahun 1967, seorang agen rahasia Inggris “dibekukan” sembari menunggu masa yang akan datang di mana musuh bebuyutannya bangun dari tidur panjangnya dalam kebekuan untuk kembali mengancam dunia. Masa itu tiba tahun 1997. Agen rahasia itu dibangkitkan kembali setelah diawetkan dalam es selama 30 tahun untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran.

Mungkin anda mengenali scenario di atas yang ada dalam film “Austin Powers: International Man of Mystery” (1997). Ilmu pengetahuan yang mengilhami cerita film itu benar-benar ada. Ilmu itu disebut kriogenika, yaitu ilmu yang mempelajari tentang apa yang terjadi pada materi pada suhu yang sangat rendah. Krionika, yaitu teknik yang digunakan untuk mengawetkan tubuh manusia pada suhu yang sangat rendah dengan harapan suatu hari dapat dibangkitkan kembali, sedang dikembangakn saat ini. Gagasan di balik krionika adalah jika seseorang “mati” akibat penyakit yang dideritanya, ia dapat “dibekukan” untuk kemudian dibangkitkan kembali di masa depan saat teknologi pengobatan sudah dapat menyembuhkan penyakitnya itu. Seseorang yang diawetkan sedemikian rupa dikatakan berada dalam keadaan suspensi krionika.

Tahap-tahap untuk menjalani suspensi krionika:

1. Menjadi anggota sebuah fasilitas krionika dan membayar iuran keanggotaan (sekitar $400 per tahun).

2. Dinyatakan “mati secara hukum”.

3. Tim tanggap darurat dari fasilitas tersebut mendatangi anda, tubuh anda distabilkan dengan cara memasok oksigen melalui darah ke otak anda dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan fungsi minimal otak hingga saatnya tiba untuk anda dipindahkan ke fasilitas suspensi.

4. Tubuh anda akan dibungkus dalam es dan diinjeksikan heparin (sejenis antikoagulan/ anti pembekuan darah) untuk mencegah darah anda membeku dalam perjalanan menuju fasilitas krionika. Sekelompok tim medis menunggu kedatangan tubuh anda di fasilitas itu.

5. Begitu anda tiba di fasilitas kriogenika, “pembekuan” yang sesungguhnya segera dimulai. Fasilitas kriogenika tidak bisa begitu saja menempatkan pasien mereka ke dalam wadah nitrogen cair karena akan menyebabkan air yang dikandung sel tubuh membeku. Tim krionika harus membuang air dari sel-sel tubuh anda terlebih dahulu dan menggantinya dengan campuran kimiawi berbasis gliserol yang disebut krioprotektan (semacam senyawa antipembekuan tubuh manusia).


6. Langkah selanjutnya adalah memasukan tubuh anda yang kemudian diletakkan ke dalam tangki logam yang besar yang berisi nitrogen cair pada suhu sekitar -196oC. Tubuh anda disimpan dengan posisi kepala di bawah.


7. Karena biaya yang sangat mahal, ilmuwan memberikan jalan yang ekonomis dengan hanya mengawetkan otak anda. Dengan harapan suatu saat nanti teknologi menemukan cara untuk mengkloning tubuh anda yang lain yang tidak diawetkan.
 
Jika Kamu Berminat Silahkan kunjungi Website ini http://www.alcor.org
 
Sumber : www.kaskus.us

Kamis, 18 November 2010

Hisapan Ombak Aneh Di Parangtritis Kini Dibuktikan Secara Ilmiah



 
Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis, Bantul, adalah akibat terseret rip current. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam, arus balik itu tidak hanya kuat, tetapi juga mematikan.
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs510.ash1/30124_442336302737_366435917737_5742441_3801214_n.jpg

Kepala Laboratorium Geospasial Parangtritis I Nyoman Sukmantalya mengatakan, sampai sekarang informasi mengenai rip current amat minim. Akibatnya, masyarakat masih sering mengaitkan peristiwa hilangnya korban di pantai selatan DI Yogyakarta dengan hal-hal yang berbau mistis. Padahal, ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut.
Arus balik merupakan aliran air gelombang datang yang membentur pantai dan kembali lagi ke laut. Arus itu bisa menjadi amat kuat karena biasanya merupakan akumulasi dari pertemuan dua atau lebih gelombang datang.

"Bisa dibayangkan kekuatan seret arus balik beberapa kali lebih kuat dari terpaan ombak datang. Wisatawan yang tidak waspada dapat dengan mudah hanyut," demikian papar Nyoman, Selasa (3/2) di Yogyakarta.



Celakanya, arus balik terjadi begitu cepat, bahkan dalam hitungan detik. Arus itu juga bukan hanya berlangsung di satu tempat, melainkan berganti-ganti lokasi sesuai dengan arah datangnya gelombang yang juga menyesuaikan dengan arah embusan angin dari laut menuju darat.

Nyoman melanjutkan, korban mudah terseret arus balik karena berada terlalu jauh dari bibir pantai. Ketika korban diterjang arus balik, posisinya akan mudah labil karena kakinya tidak memijak pantai dengan kuat.
"Karena terseret tiba-tiba dan tidak bisa berpegangan pada apa pun, korban menjadi mudah panik, dan tenggelam karena kelelahan," lanjutnya.


Terpisah, Staf Ahli Pusat Studi Bencana Universitas Gadjah Mada, Djati Mardianto, melanjutkan, apabila korban tetap tenang saat terseret arus, besar kemungkinan baginya untuk kembali ke permukaan. "Karena arus berputar di dasar laut sehingga materi di bawah bisa naik lagi," ujar Djati.


Setelah mengapung, korban bisa berenang ke tepi laut, atau membiarkan diri terempas ke pantai oleh gelombang datang lain. Setidak-tidaknya, korban memiliki kesempatan untuk melambaikan tangan atau berteriak minta tolong.


Bagaimana dengan korban hilang? Djati mengatakan, hal itu dapat terjadi apabila korban terlalu kuat melawan arus saat berada di dalam air sehingga urung mengapung. Sebaliknya, korban akan semakin jauh terseret arus bawah laut dan bisa tersangkut karang atau masuk ke dalam patahan yang berjarak sekitar satu kilometer dari bibir pantai. Di dasar patahan yang kedalamannya mencapai ratusan meter itu, korban akan semakin sulit bergerak karena ia bercampur dengan aneka materi padat yang terkandung dalam arus.


Korban akan diperlakukan sama seperti material, yakni diendapkan. Korban baru bisa kembali terangkat ke permukaan jika ada arus lain yang mengangkat sedimen dari dasar laut. Namun, ia mengatakan, biasanya hal itu butuh waktu lama.


Meski sulit, diperkirakan kedatangannya, arus balik sebenarnya bisa dikenali. Menurut Nyoman, permukaan arus balik terlihat lebih tenang daripada gelombang datang yang berbuih. Selain itu, arus balik biasa terjadi di ujung-ujung cekungan pantai dan warnanya keruh karena membawa banyak materi padat dari pantai.

http://serc.carleton.edu/images/NAGTWorkshops/visualization/collections/rip.current.gif

Masalahnya, banyak wisatawan justru senang bermain di pantai yang tenang karena dianggap lebih aman. "Padahal, lokasi tersebut amat berbahaya," kata Nyoman.


Sejauh ini, cara terbaik untuk mengurangi risiko bencana terseret arus di pantai adalah dengan tidak bersikap nekat berenang ke tengah laut. Pengunjung harus benar-benar mematuhi rambu larangan berenang yang dipasang tim search and rescue (SAR) di sepanjang pantai.


Selain itu, kondisi cuaca juga harus dipertimbangkan. Gelombang laut akan membesar di musim penghujan karena terpengaruh angin barat. Berenang di laut pada malam hari pun sebisa mungkin dihindari karena arus balik akan menguat akibat terpengaruh pasang.


Menurut kedua pakar geomorfologi pesisir itu, tidak ada pantai di DIY yang aman. Semua memiliki potensi arus balik yang kuat. Bahkan, di sejumlah pantai di Gunung Kidul, arus balik kian diperkuat oleh buangan air sungai bawah tanah.


Pemerintah daerah juga bisa mempelajari pola-pola arus balik dengan melakukan pengamatan rutin sepanjang tahun menggunakan citra satelit beresolusi tinggi, seperti citra Quickbird dan IKONOS. Kedua satelit itu bisa merekam dengan jelas benda yang berukuran kecil hingga ukuran satu meter.


"Sejauh ini, penelitian ke arah sana baru sebatas pada skripsi mahasiswa. Belum ada penelitian yang mendalam dan menghasilkan rekomendasi kebijakan," papar Djati.


Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka.


Bagi pengunjung, informasi berupa papan larangan berenang dan imbauan petugas dianggap jelas belum cukup. Kenapa tak dibagikan leaflet kecil begitu pengunjung mau masuk pantai. Leaflet itu berisi penjelasan singkat, harus bagaimana dan di mana jika ingin mencebur ke laut.


Nyoman mengatakan, ketinggian air sepaha orang dewasa sudah cukup bagi arus balik untuk menyeret orang ke tengah laut. Paling aman, usahakan air hanya sampai ketinggian mata kaki.
Gambar:


Kita mungkin dapat melihat suatu arus balik dari suatu tempat yang lebih tinggi di pantai, atau dapat juga bertanya dengan penjaga pantai yang bertugas atau dengan penduduk setempat yang tahu di lokasi mana terdapat rip current. Berdasarkan pengamatan, sifat-sifat Rip Current dapat diketahui dengan :

1. Melihat adanya perbedaan tinggi gelombang antara kiri-kanan dan antaranya. Tinggi gelombang pada bagian kiri dan kanan lebih besar dari antaranya.
2. Meletakkan benda yang dapat terapung. Bila benda tersebut terseret menuju off shore maka pada tempat tersebut terdapat Rip Current.


3. Melihat kekeruhan air yang terjadi, dimana air pada daerah surf zone tercampur dengan air dari darat. Bila terlihat air yang keruh menuju off shore, maka tempat tersebut terdapat Rip Current. Kejadian ini dapat dilihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi

Tips/Cara/Usaha yang harus dilakukan bila terseret rip current, adalah sebagai berikut:

1. Jika terperangkap dalam arus seret ke tengah laut, jangan mencoba untuk berenang melawan arus (ke tepi pantai),

2. tenanglah untuk sementara mengikuti arus. Secepat arus seret berada di luar penghalang, atau kecepatan arus melambat dan kita merasa sedikit bebas dari pergerakan air yang cepat,

3. berenanglah ke area di sebelah kiri/kanan kita dan baru kemudian berenang kembali ke arah pantai (atau mengikuti gelombang menuju pantai). Tentu saja kita harus tetap menjaga untuk tetap berada di luar arus seret tersebut.



Sumber : http://fenz-capri.blogspot.com/2010/11/hisapan-ombak-aneh-parangtritis.html

Senin, 15 November 2010

Kekuatan Lidah Bunglon Ternyata Sama Dengan Pesawat Jet

Kedua peneliti Belanda ini, Jurriaan de Groot dari Universitas Leiden, dan Johan van Leeuwen dari Universitas Wageningen, mengambil film-film sinar X berkecepatan tinggi, yakni 500 bingkai per detik, dalam rangka menyelidiki bagaimana lidah bunglon bekerja ketika menangkap mangsa. Film-film ini menunjukkan bahwa ujung lidah bunglon mengalami percepatan 50 g (g = konstanta gravitasi). Percepatan ini lima kali lebih besar daripada yang dapat dicapai oleh sebuah jet tempur.

Para peneliti ini membedah jaringan lidah dan menemukan bahwa otot pemercepat sama sekali tidak cukup kuat untuk menghasilkan gaya yang diperlukan ini sendirian. Dengan meneliti lidah bunglon, mereka menemukan keberadaan sedikitnya 10 bungkus licin, yang hingga saat itu belum diketahui, di antara otot pemercepat dan tulang lidah. Bungkus-bungkus ini, yang melekat ke tulang lidah di ujungnya yang terdekat dengan mulut, teramati mengandung serat-serat protein berajutan spiral. 

Serat-serat ini memadat dan berubah bentuk ketika otot pemercepat mengerut dan menyimpan tenaga bagaikan seutas pita karet yang tertekan. Ketika mencapai ujung bulat tulang lidah, bungkus-bungkus yang ketat dan memanjang ini secara bersamaan menggelincir dan mengerut dengan kekuatan dan melontarkan lidah. Secepat serat-serat ini menggelincir dari tulang lidah, bungkus-bungkus saling memisahkan diri bagaikan tabung-tabung sebuah teleskop, dan karena itu lidah mencapai jangkauan terjauhnya. Van Leeuwen berkata, “ini adalah ketapel teleskopis.”


Ketapel ini memiliki ciri lain yang amat menyolok. Ujung lidah mengambil bentuk hampa pada saat menghantam mangsa. Ketika terlontar, lidah ini dapat menjulur sejauh enam kali panjangnya ketika istirahat di dalam mulut, dan dua kali panjang tubuhnya sendiri.
Jelaslah bahwa bungkus-bungkus yang saling terhubung pada lidah bunglon ini tidak pernah dapat dijelaskan menurut evolusi. Dalam wacana itu, mari kita ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:

1. Bagaimanakah masing-masing bungkus ini berevolusi ke tempatnya yang benar?
2. Bagaimanakah lidah tumbuh sedemikian panjang?
3. Bagaimanakah otot pemercepat muncul?
4. Bagaimanakah bungkus-bungkus menyelaraskan gerak-geriknya sehingga membuat lidah mencapai panjang maksimumnya?
5. Bagaimanakah bungkus-bungkus menumbuhkan kemampuan untuk “memanjangkan diri bak tabung-tabung teleskop”?
6. Bagaimanakah binatang tersebut menyatukan semua bagian ini setelah “meluncurkan” lidah?
7. Jika lidah ini diperoleh sebagai sifat menguntungkan akibat proses evolusi, lalu mengapa sifat unggul ini tidak berkembang pada binatang-binatang lain dan mengapa binatang-binatang lain tidak memiliki cara berburu yang sama?
8. Bagaimanakah bunglon (atau binatang yang dianggap moyang peralihannya) dapat bertahan hidup ketika semua sistem yang rumit ini diduga pelan-pelan berevolusi?






Seorang evolusionis tidak akan memiliki jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan ini. Gambar di sebelah kiri, sebuah lukisan yang mewakili penampang melintang lidah bunglon, menyingkapkan bahwa sistem sempurna ini bergantung pada penciptaan yang amat khusus. 

Kelompok-kelompok otot dengan sifat-sifat yang berbeda secara tanpa cela melontarkan lidah, memercepatnya, menyebabkan lidah mengambil bentuk isap ketika menghantam mangsanya dan lalu cepat-cepat menariknya. Kelompok-kelompok otot ini sama sekali tidak saling menghalangi fungsi masing-masing, namun bekerja dengan cara yang terselaraskan dalam menghantam mangsa dan menarik lidah kembali ke mulut dalam waktu kurang dari sedetik. Tambahan lagi, berkat kerjasama antara sistem penglihatan dan otak, kedudukan mangsa diukur dan perintah bagi lidah balistik untuk “menembak!” diberikan oleh syaraf yang mengirimkan isyarat di dalam otak.

Sudah pasti, bunglon tidak dapat memikirkan dan merancang sendiri rancangan yang demikian rumit itu. Penciptaan ini menyingkapkan keberadaan Allah, Sang Mahatahu dan Mahakuasa. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah, Yang Mahakuasa, Mahatahu, dan Mahabijaksana, Yang menciptakan bunglon.

Sumber : http://www.harunyahya.com/indo/artikel/087.htm

Jumat, 12 November 2010

Mengapa Daun Berubah Warna Ketika Datangnya Musim Gugur?

Daun mendapatkan warna hijaunya yang biasa dari klorofil, pigmen yang ditemukan di sel-sel tumbuhan. (Pigmen adalah zat apa saja yang dapat menyerap sinar tampak). Klorofil menyerap sinar matahari dan menggunakan energinya untuk membuat makanan bagi tumbuhan. Tetapi di musim gugur, daun-daun pohon kehilangan warna hijau cerahnya. Daun-daun poplar menjadi keemasan, pohon maple gula (sugar maples) menjadi merah menyala. Perubahan warna ini berarti terjadi perubahan kimia dalam dedaunan : Sesuatu yang terjadi pada klorofil itu.
 


Saat musim panas berubah menjadi musim gugur, setiap pohon mulai mempersiapkan diri untuk musim dingin. Zat-zat makanan bergerak lambat keluar dari dedaunan dan masuk ke dahan-dahan, batang dan akar pohon, di mana mereka tersimpan aman di tengah udara dingin membeku nanti. Ketika musim semi tiba, pohon akan menggunakan zat-zat makanan ini untuk menumbuhkan daun-daun baru.

Saat zat-zat makanan keluar, dedaunan berhenti membuat klorofil. Klorofil yang tersisa di daun berangsur-angsur terurai, yang memungkinkan pigmen-pigmen lain keluar dari persembunyiannya. Di beberapa pohon, pigmen kuning dan jingga yang keluar. (Ini termasuk karoten, zat kimia yang membuat wortel bewarna oranye.) Jadi, daun pohon birch dan hickory berubah kuning mentega saat klorofilnya memudar.

Daun pohon-pohon lain berubah menjadi berbagai nuansa merah yang cantik. Warna merah tua merah anggur, dan keunguan di beberapa daun disebabkan oleh pigmen yang disebut anthocyanin.Pigmen ini juga mewarnai radish (lobak merah) dan kubis merah, mawar dan granium.

 
Tidak seperti karote dan pigmen kekuningannya lainnya, anthocyanin bahkan tidak ada di daun sampai musim gugur. Zat kimia ini terbentuk ketika udara menjadi sangat dingin. Perubahan warna daun-daun itu kebanyakan diwariskan, seperti warna rambut kita. Tetapi apakah warna ini jadinya kusam atau cerah tergantung pada cuaca.


Nuansa paling pekat dan cemerlang terjadi setelah beberapa minggu cuaca musim gugur yang sejuk dan cerah. Sebagai contoh, ketika suhu turun menjadi antara 0o dan 7oC, lebih banyak anthocyanin terbentuk. Cuaca ideal untuk dedaunan yang mempesona ditemukan di tempat-tempat seperti Vermont, AS. Di Inggris, di mana cuaca musim gugur berhujan dan lebih hangat, dedaunan mungkin berubah menjadi kuning atau coklat kusam.

Sumber :  http://the-unixblog.blogspot.com/2010/11/mengapa-daun-berubah-warna-di-musim.html

Kamis, 04 November 2010

Penjelasan Tentang Bentuk-Bentuk Dimensi




2. Dimensi ke-2 (2 dimensi)


Koordinat :



3. Dimensi ke-3 (3 dimensi)

3 dimensi ini dapat dilihat dari tiga sudut, sisi panjang, lebar, dan tinggi. Contohnya adalah sebuah bangunan atau bidang yang ber-volume. Hubungannya dengan 2 dimensi adalah dapat dilihat dari satu sisi lagi. Untuk koordinatnya, 3 dimensi ini bersumbukan x, y, dan z.



Koordinat :



4. Dimensi ke-4 (4 dimensi)
Dimensi 4 telah diterapkan pada medis-medis di dunia, yaitu dalam penggunaan USG. 4 dimensi ini adalah 3 dimensi yang dapat ditembus. Contoh yang lebih mudah adalah kalian dapat melihat sebuah aqua gelas dari sisi luar yang masih ful berisi air. Inilah sudut pandang kita terhadap dimensi ke-4, menembus dimensi 3. Untuk koordinatnya, 4 dimensi adalah sebuah garis yang menembus antara sumbu x, y, dan z.
 


Koordinat :



5. Dimensi ke-5 (5 dimensi)

Dimensi ke-5 ini menurut saya adalah sebuah hologram. Hologram ini benar-benar hidup, alias seperti nyata. Berbentuk 3 dimensi, dapat tersentuh, kita dapat melihat isi dari 3 dimensi tersebut dari luar, dan ini dapat kita tembus.

Di Bank Indonesia ini sudah diterapkan. Bila anda masuk ke lobby di BI, anda bisa masuk ke dalam sebuah museum disana. Didalam museum ini anda dapat melihat koin-koin yang berterbangan dan merupakan sebuah hologram 5 dimensi. Anda dapat menyentuhnya, menggesernya, bahkan di hologram ini memiliki fitur untuk melihat sejarah uang tersebut.
 


Koordinat :




Sumber : http://dunia-statistik.blogspot.com/2010/11/penjelasan-bentuk-bentuk-dimensi-1.html#axzz14DnFt2sn

Minggu, 24 Oktober 2010

Bagaimana Rasanya Bergerak Dengan Kecepatan Waktu? Inilah Jawabannya

Apa yang terjadi jika kita bergerak dengan kecepatan yang mendekati kecapatan cahaya? Hmm, kita bahas, yuk, daripada bengong...
 Saat ini adalah sudah 105 tahun sejak Einstein pertama kali memperkenalkan Theory of Special Relativity yang menjelaskan apa yang terjadi pada suatu objek pada kecepatan cahaya.

Sebenarnya ada banyak yang harus dipelajari terkait pertanyaan tadi. Tapi kita langsung saja melihat apa yang terjadi pada suatu benda saat kita membuatnya bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ada tiga hal penting:

1.Kontraksi.

Ini akan terjadi pada semua orang. Jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, lalu seseorang yang melihat kita, akan melihat kita mengecil. Tapi dari sisi kita, segala sesuatu yang kita lihat akan terlihat bergerak ke arah belakang kita mendekati kecepatan cahaya, dan juga seperti memiliki dimensi yang mengecil.

2.Melambatnya Waktu.

Fenomena ini disebut dilasi (dilation), dan lagi, ini terjadi pada semua orang. Artinya bahwa jika kita bergerak mendekati kecepatan cahaya, semua orang yang melihat kita akan melihat bahwa waktu akan berjalan lebih lambat untuk kita: arloji kita berjalan lebih lambat, umur kita melambat, detak jantung kita melambat, dst. Tapi kita juga melihat hal yang sama, umur orang-orang itu melambat, dst.
Tapi jika kita pergi dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya dan lalu kita kembali ke bumi pada kecepatan bumi, kita akan menemukan fakta bahwa selama perjalanan kita, meski umur kita berjalan normal seperti biasa, yang terjadi di bumi lebih lama waktu yang telah terlewati.


Mari kita lihat bagaimana ini terjadi. Lihat video ini:


3.Lebih banyak energi yang dibutuhkan untuk menambah kecepatan. 
Beberapa dari Anda yang tahu sedikit fisika tahu bahwa besarnya energi dari suatu partikel adalah E=mc2. Beberapa dari Anda juga tahu bahwa Energi Kinetik = 1/2 mv2. Tapi saat Anda bergerak mendekati kecepatan cahaya, hal itu butuh dan butuh lagi lebih energi untuk bergerak lebih cepat. Pada grafik di bawah ini, garis ungu adalah formula lama untuk energi kinetik, tapi garis merah merupakan energi yang sebenarnya (relativistic). Catat bahwa Anda tidak akan pernah benar-benar sanggup mencapai kecepatan cahaya, tapi bahwa energi itu mendekati tak terbatas (infinity).



Jadi itulah yang terjadi saat suatu benda biasa mendekati kecepatan cahaya: terlihat mengalami kontraksi, waktu melambat, dan kebutuhan akan energi yang lebih besar untuk menambah kecepatannya. Atau misalnya, sesuatu yang tidak memiliki massa (seperti foton, atau mengkin gravitasi), harus bergerak pada kecepatan cahaya.

Tapi katakanlah Anda punya pesawat ruang angkasa, dan entah bagaimana caranya memutuskan untuk bepergian pada kecepatan cahaya. Apa yang terjadi?



Okeh, jika Anda menggunakan seluruh energi di jagat raya untuk pesawat ruang angkasa Anda, Anda mungkin bisa mendekati kecepatan cahaya. Seberapa dekat? Kecepatan cahaya tepatnya 299,792,458 meter/detik. Dan Anda bisa mencapai antara kira-kira 1 x 10-30 meter/detik dari angka itu - udah bagus banget. Taruhlah Anda mencapai kecepatan itu, apa yang akan terjadi?
Pertama,

seluruh jagat raya akan berkontraksi menjelma menjadi hanya beberapa milyar kilometer - kurang dari satu tahun cahaya!

Kedua, 

waktu akan melambat begitu hebat, hingga umur Anda akan hanya beberapa detik sementara jagat raya pada kenyataannya telah bertambah umur trilyunan tahun!
Galaksi akan berfusi, bintang-bintang akan lahir dan meledak dalam sekejap mata.
Dan akhirnya, Anda mungkin akan menjadi yang pertama kali melihat takdir dari jagat raya; jika jagat raya punya akhir, Anda bisa melambatkan waktu begitu hebat untuk Anda sendiri sehingga mungkin Anda tidak hanya melihatnya, Anda mungkin melakukannya hanya dalam hitungan detik.

Jadi masalahnya bukan hanya bagaimana mencapai kecepatan cahaya, tapi ada alasan lain kenapa mending kita gak usah mencoba melakukannya.


Sumber : http://aneh-tapi-nyata.blogspot.com/2010/10/bergerak-dengan-kecepatan-cahaya.html

Sabtu, 23 Oktober 2010

10 Lagu Yang Menggangu Menurut Sains



Headline
Banyak sekali lagu yang menjadi earworm bagi para pendengarnya. Lagu itu terngiang-ngiang di pikiran seseorang tanpa diinginkan.

Untuk mengetahui cara kerja earworm, peneliti University of London melakukan studi pada fenomena ini.

Mereka berhasil menemukan sekitar 90% orang pernah mengalami earworm pada basis reguler, namun terkadang bisa terjadi selama berjam-jam bahkan berhari-hari.

Partisipan proyek earworm menyatakan musik pop merupakan dalangnya, selain itu televisi, film dan lagu tema video game juga bisa menjadi earworm. Sebanyak sepertiga pendengar mengalami pengulangan lagu.

 

Meski pengalaman ini sering kali menyenangkan bagi pendengarnya, ilmuwan melaporkan 1 dari 10 partisipan tak bisa melakukan pekerjaannya karena earworm. Saat ini, peneliti membuka proyek mereka dalam lingkungan cyber.

Ilmuwan menanyakan pada pengguna internet mengenai earworm mereka. Kemudian, mereka menemukan daftar earworm paling tak disukai berdasarkan Global Earworst Rating (G.E.R).

Berikut 10 teratas lagu paling menggangu sepanjang masa.

1.Katie Melua, Nine Million Bicycles.
2.Eduard Khil, Trololo.
3.Vengan Boys, To Brazil (La La La La La La).
4.Mungo Jerry, In The Summertime.
5.The Carpenters, Close to You.
6.Leonard Cohen, Hallelujah.
7.Eiffel 65, Im Blue
8.Beyonce, Single Ladies.
9.Rockwell, Somebodys Watching Me.
10.Baha Men, Who Let the Dogs Out?
Sumber : http://teknologi.inilah.com/read/detail/910292/inilah-10-lagu-paling-mengganggu-menurut-sains

Ternyata Air Kawah Di Bulan Lebih Banyak Di Bandingkan Dengan Sahara

Sebuah kawah dingin di kutub selatan Bulan ternyata dipenuhi oleh es. Di beberapa tempat, kawasan tersebut bahkan lebih basah dibanding gurun Sahara. Temuan ini meningkatkan peluang didirikan basis tempat tinggal manusia di Bulan.
Kemungkinan adanya air tersebut diungkapkan oleh enam penelitian yang menganalisa hasil temuan pesawat ulang alik NASA yang “menghantam” Bulan dengan kecepatan 9.000 kilometer per jam pada 9 Oktober 2009 lalu. 
Ketika itu, pesawat mendarat di kawah Cabeus, di kutub Selatan, Bulan. Kawah berukuran lebar 97 kilometer tersebut sepanjang sejarahnya, tidak pernah mendapatkan sinar matahari. 



 
Hasil terbaru ini juga melengkapi temuan sebelumnya, di mana Cabeus juga mengandung sumber daya lain seperti karbon monoksida, amonia, methana, merkuri, kalsium, magnesium, dan perak dalam jumlah yang cukup besar. Meski demikian, jumlahnya tidak cukup besar untuk ditambang oleh manusia.
bukan berarti itu bisa ditambang.
Secara total, es mencakup 5,6 persen dari keseluruhan massa permukaan Cabeus. Membuat kawah tersebut dua kali lebih basah dibandingkan dengan daratan Gurun Sahara.

“Ini mengejutkan,” kata Tony Colaprete, peneliti NASA yang bertugas di AMES Research Center di Moffett Field, California, seperti dikutip dari Livescience, 22 Oktober 2010. “Banyaknya tempat di Bulan yang lebih basah dibandingkan dengan sebagian tempat di Bumi merupakan penemuan yang menarik. Apalagi, ditemukan pula ternyata air yang ada di bulan tersebut relatif murni,” ucapnya.

Sayangnya, bagian dasar kawah yang gelap permanen juga bersuhu sangat dingin. Sangat sulit mendesain peralatan yang mampu beroperasi pada suhu minus 233 derajat dan tidak mendapat energi dari sinar matahari.

Peneliti mengamati partikel-partikel yang terlontar ke udara saat pesawat menghantam permukaan Bulan. “Kristal es yang terlontar mengandung 80 sampai 90 persen air,” kata Colaprete. “Jika tidak, maka kristal tersebut akan hilang dalam 20 detik, menguap terkena sinar matahari,” ucapnya.

Sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/184373-air-kawah-bulan-lebih-banyak-daripada-sahara

Rabu, 13 Oktober 2010

Mengapa Air Mata Asin, Air Telinga Pahit, Dan Air Liur Tawar?

Pernahkah Anda bertanya, mengapa air mata saya asin? Mengapa air telinga saya pahit? atau mengapa pula air liur saya tawar-tawar saja?
Tidak banyak yang tahu atau menyadari keajaiban dari apa yang kita miliki: air mata, air telinga, dan air liur. Fakta ilmiah ini terkadang disepelekan, padahal ketiganya memiliki fungsi berlainan yang memang diciptakan demikiaan oleh sang Pencipta sehingga kita dapat hidup dengan sangat baik.

[Image: eye_ear_mouth.gif]

Air Mata
Air mata diciptakan asin karena memang kandungannya yang meliputi leusinenkefalin, adrenokortikotropik, dan prolaktin serta beberapa elektrolit, protein pengikat lemak dan Imunoglobulin A yang keseluruhannya menghasilkan rasa asin. Dimana fungsi utama dari keseluruhannya ialah menjaga kondisi mata agar tetap stabil. Protein pengikat lemak itu sendiri membuat lapisan terluar yang terdiri dari lapisan lemak yang fungsinya melindungi kelembaban mata tetap utuh.
Air Telinga
Air telinga kita pahit, sebenarnya merupakan hasil sekresi dari kelenjar-kelenjar di dalam telinga yang bersifat basa dan lengket. Sekresi ini memungkinkan telinga yang mana lubangnya terbuka dan tanpa penutup itu bilamana termasuki oleh serangga ataupun makhluk kecil lain menjadikan mereka tidak tahan berlama-lama di dalamnya dan segera keluar dari telinga. Cairan yang cenderung lengket menjadikan benda-benda kecil yang masuk cenderung terperangkap dan dapat dikeluarkan sebagai kotoran telinga.
Air Mulut
Air liur kita memang diciptakan tawar. Ini dikarenakan memang fungsi daripadanya yang berhubungan dengan rasa dari makanan yang kita makan. Dapatkah Anda bayangkan jika air liur kita berubah rasa? Sangat-sangat tidak mengenakkan sekali pasti di kala menyantap makanan. Ini pun pasti Anda rasakan ketika Anda sakit. Minum air tawar pun berasa pahit. Sangat tidak nyaman. Air liur mengandung enzim dan beberapa protein dan zat antibakteri. Pada waktu Anda sakit, kandungan dari air liur berubah sedemikian rupa sehingga komposisi daripadanya cenderung menghasilkan cairan yang agak basa. Inilah mengapa Anda merasakan rasa pahit saat sakit dan sangat tidak nyaman di kala menyantap makanan.

Sumber : http://surabayacybercity.blogspot.com/2010/10/mengapa-air-mata-asin-air-telinga-pahit.html

Minggu, 10 Oktober 2010

Mengapa Air Hujan Bisa Membuat Sakit?

Sebenarnya yang membuat kita merasa sakit adalah karena adanya perbedaan suhu pada tubuh kita. Kalau kita kehujanan, misalnya yang kena hujan kepala maka bagian kepala akan lebih dingin dibandingkan bagian tubuh yang lain. Maka kita akan merasa ada "kelainan" pada kepala kita. Kita lalu bilang "kepala kita pusing".



Begitupun kalau tengkuk kita terus menerus kena angin, misalnya pas lagi duduk dekat jendela, kita akan merasa ada kelainan ditengkuk kita. Namun kalau seluruh tubuh kita kehujanan, sebetulnya kita tidak akan sakit.

Karena seluruh tubuh kita mempunyai suhu yang sama. Apalagi kalau kita bermain, tubuh kita akan mengeluarkan enegi yang akan diubah menjadi panas. Dengan begitu suhu badan kita yang panas bisa menangkal suhu dingin yang disebabkan guyuran air hujan.
Maka dianjurkan, kalau kita sehabis terguyur hujan, sebaiknya kita mandi air hangat, agar suhu kita cepat kembali normal.
Tekanan udara yang rendah seperti hujan, mendung dan kelembaban tinggi terbukti menjadi pemicu sakit kepala pada anak-anak. Menurunnya tekanan udara telah ikut menurunkan kekebalan tubuh meski belum diketahui persis penyebabnya.

Dalam sebuah studi, peneliti melibatkan 25 anak-anak dan remaja yang memiliki riwayat penyakit migrain dan sakit kepala kronis. Peneliti menemukan, anak-anak cederung lebih sering sakit kepala saat cuaca hujan atau kelembabannya lebih tinggi dari biasanya.

Partisipan yang ikut dalam studi ini hampir 3 kali lebih memungkinkan menderita sakit kepala ketika cuaca hujan atau kelembaban tinggi dibandingkan saat kondisi udaranya kering.

Pada studi tersebut, peneliti memberikan anak-anak komputer genggam yang dapat merekam gejala sakit kepala selama dua minggu. Setelahnya peneliti membandingkan informasi tersebut dengan kondisi cuaca yang ada saat itu.

Studi yang dipimpin oleh Dr Mark Connely dari Children's Mercy Hospital and Clinics di Kansas City, Missouri ini melengkapi penelitian sebelumnya yang menggunakan metode kurang tepat. Hasil penelitian ini dilaporkan dalam jurnal Headache.

Hasil penelitian secara keseluruhan didapat selama periode hujan anak-anak memiliki kemungkinan menderita gejala sakit kepala sebesar 59 persen dibandingkan dengan cuaca kering yang hanya sebesar 21 persen.

Sedangkan pada kondisi kelembaban tinggi di atas rata-rata kemungkinan sakit kepala sebesar 58 persen dibandingkan saat kelembaban normal yang hanya 22 persen.

'Hasil ini memberikan pegangan bagi anak-anak agar dapat mencegah serangan sakit kepala saat musim hujan. Tapi kami belum mengetahui dengan pasti mengapa hujan dan kelembaban yang tinggi dapat memicu sakit kepala pada anak-anak,' ujar Dr Connelly, seperti dikutip dari Reuters.
 
Sumber : http://fenz-capri.blogspot.com/2010/10/mengapa-air-hujan-bisa-membuat-kita.html

Kamis, 07 Oktober 2010

Mengapa Kalau Kita Bersin Dianjurkan Untuk Bersyukur

 
Sering mendengar atau bahkan Anda yang mengucapkan kata-kata seperti "Alhamdulilah!" atau "Gesundheit" atau "Bless you!" setelah ada orang bersin? Etika yang diajarkan memang begitu. Tetapi, tahu apa alasannya?

Sebagian orang mengatakan, ungkap-ungkap tersebut diucapkan sebagai ungkap syukur bisa mengeluarkan kotoran dari saluran pernapasan. Ada pula yang mengatakan, bahwa saat kita bersin, ada perubahan tekanan pada dada yang merangsang syaraf dan membuat jantung berhenti sepersekian detik. Karena jantung kembali berdetak, kita yang berada di sekitarnya memberi ungkap syukur dan doa. Itu adalah penjelasan sekilas ilmiahnya. Namun, ternyata kebiasaan ini sudah berlangsung sejak lama.

Sebagian orang yang percaya takhayul mengatakan, bahwa kebiasaan ini datang sejak zaman dulu, sekitar abad 19-an. Mereka percaya, bahwa saat bersin, jiwa seseorang melayang lewat hidungnya, dan kata-kata seperti "bless you" akan mencegah iblis mengambil jiwa orang tersebut. Sementara sebagian orang lainnya percaya kebalikannya, bahwa saat bersin, iblis mencari celah untuk memasuki tubuh orang bersin itu.

Itu adalah kepercayaan-kepercayaan seputar etika mengucapkan hal-hal tadi setelah mendengar ada yang bersin. Namun, yang pasti, kita ketahui bahwa bersin merupakan aksi refleks yang menandakan sesuatu pada tubuh, seperti rasa dingin atau alergi. Bersin juga bisa terjadi saat mencium sesuatu yang baunya menyengat.

Meski penjelasan ilmiah tidak berarti bahwa ucapan-ucapan tersebut akan berarti sesuatu pada kesehatan kita, tidakkah ucapan tadi akan terasa menyenangkan untuk didengar setelah kita bersin?

Karena kalau ditilik, ucapan tersebut merupakan semacam ungkap dari orang lain bahwa ia mengharap kesehatan untuk kita. Misal, kata "gesundheit" yang berasal dari Jerman itu berarti "sehat". Lalu untuk orang Arab, kata "Alhamdulillah" yang berarti "terpujilah Allah". Sementara di Rusia, setelah ada yang bersin mereka mengucapkan "bud zdorov" yang berarti "semoga sehat". Kalau di China, ungkapnya "bai sui" yang berarti "semoga engkau hidup 100 tahun lamanya".
 
Sumber : http://jekethek.blogspot.com/2010/10/penjelasan-ilmiah-mengapa-bersyukur.html

Rabu, 01 September 2010

4 Tipe Kecerdasan Manusia

Sejak terlahir, setiap manusia telah dianugerahi empat macam type kecerdasan, yaitu :
* Kecerdasan Fisik atau Tubuh (Physical Intelligence atau Physical Quotient PQ),
* Kecerdasan Mental atau Intelektual (Inteliligence Quotient IQ),
* Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient EQ) , dan
* Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient SQ)

1. Kecerdasan Fisik (Physical Quotient – PQ)

Kecerdasan Fisik (PQ) adalah kecerdasan yang dimiliki oleh tubuh kita. Kita sering tidak memperhitungkannya. Coba renungkan : Tanpa adanya perintah dari kita tubuh kita menjalankan sistem pernafasan, sistem peredaran darah, sistem syaraf dan sistem-sistem vital lainnya.
Tubuh kita terus menerus memantau lingkungannya, menghancurkan sel pembawa penyakit, mengganti sel yang rusak dan melawan unsur-unsur yang mengganggu kelangsungan hidup. Seluruh proses itu berjalan di luar kesadaran kita dan berlangsung setiap saat dalam hidup kita. Ada kecerdasan yang menjalankan semuanya itu dan sebagian besar berlangsung di luar kesadaran kita.

2. Kecerdasan Intelektual (Intelligence Quotient – IQ)


IQ adalah kemampuan nalar, atau pikiran orang sering menyebutnya dengan kemampuan Otak Kiri. Yaitu kemampuan kita untuk mengetahui, memahami, menganalisis, menentukan sebab akibat, berpikir abstrak, berbahasa, memvisualkan sesuatu.
Di zaman dulu IQ dijadikan ukuran utama kecerdasan seseorang. Baru kemudian disadari bahwa konsep dan batasan-batasan di atas seperti itu terlalu mempersempit kecerdasan tersebut.
Otak kiri bertanggung jawab untuk “”pekerjaan” verbal, kata-kata, bahasa, angka-angka, matematika, urut-urutan, logika, analisa dan penilaian dengan cara berpikir linier. Melatih dan membelajarkan otak kiri akan membangun kecerdasan intelektual (IQ). Otak kanan bertanggungjawab dan berkaitan dengan gambar, warna, musik, emosi, seni/artistik, imajinasi, kreativitas, dan intuitif.

3. Kecerdasan Emosional (Emosional Quotient – EQ)


EQ adalah pengetahuan mengenai diri sendiri, kesadaran diri, kepekaan sosial, empati dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Kecerdasan Emosi adalah kepekaan mengenai waktu yang tepat, kepatutan secara sosial, dan keberanian untuk mengakui kelemahan, menyatakan dan menghormati perbedaan. EQ digambarkan sebagai kemampuan otak kanan dan dianggap lebih kreatif, tempat intuisi, pengindraan, dan bersifat holistik atau menyeluruh
Penggabungan pemikiran (otak kiri) dan perasaan (otak kanan) akan menciptakan keseimbangan, penilaian dan kebijaksanaan yang lebih baik. Dalam jangka panjang, kecerdasan emosional akan merupakan penentu keberhasilan dalam berkomunkasi, relasi dan dalam kepemimpinan dibandingkan dengan kecerdasan intelektual (nalar).
Seseorang yang memiliki IQ tinggi tetapi memiliki kecerdasan emosionalnya (EQ) rendah, dia tidak tahu bagaimana membangun hubungan dengan orang lain. Orang itu mungkin akan menutupi kekurangannya itu dengan bersandar pada kemampuan intelektualnya dan akan mengandalkan posisi formalnya.
 
4. Kecerdasan Spriritual (Spiritual Quotient – SQ)


Sebagaimana EQ, maka SQ juga merupakan arus utama dalam kajian dan diskusi folosofis dan psikologis. Kecerdasan spiritual merupakan pusat dan paling mendasar di antara kecerdasan lainnya, karena dia menjadi sumber bimbingan atau pengarahan bagi tiga kecerdasan lainnya. Kecerdasan spiritual mewakili kerinduan kita akan makna dan hubungan dengan yang tak terbatas.
Kecerdasan Spiritual juga membantu kita untuk mencerna dan memahami prinsip-prinsip sejati yang merupakan bagian dari nurani kita, yang dapat dilambangkan sebagai kompas. Kompas merupakan gambaran fisik yang bagus sekali bagi prinsip, karena dia selalu menunjuk ke arah utara.

Sumber : http://tingdongwok.blogdetik.com/2010/08/26/empat-type-kecerdasan-manusia/
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...