Minggu, 07 November 2010
Inilah Koleksi Foto Festival Halloween
Halloween atau Hallowe’en adalah tradisi perayaan malam tanggal 31 Oktober, dan terutama dirayakan di Amerika Serikat. Tradisi ini berasal dari Irlandia, dan dibawa oleh orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Utara. Halloween dirayakan anak-anak dengan memakai kostum seram, dan berkeliling dari pintu ke pintu rumah tetangga meminta permen atau cokelat sambil berkata "Trick or treat!" Ucapan tersebut adalah semacam "ancaman" yang berarti "Beri kami (permen) atau kami jahili." Di zaman sekarang, anak-anak biasanya tidak lagi menjahili rumah orang yang tidak memberi apa-apa. Sebagian anak-anak masih menjahili rumah orang yang pelit dengan cara menghiasi pohon di depan rumah mereka dengan tisu toilet atau menulisi jendela dengan sabun.
![]() |
| Para aktor mempromosikan serial televisi AMC "The Walking Dead" di sepanjang Jembatan Brooklyn, New York, Selasa, 26 Oktober 2010. |
![]() |
| Dua pengendara kereta bawah tanah mengenakan kostum saat perayaan Halloween, Minggu, 31 Oktober 2010, di New York. |
![]() |
| Musisi Alice Cooper menggelar pertunjukan Halloween Night of Fear di The Roundhouse, London Utara, Minggu 31 Oktober 2010. |
![]() |
| Presiden Barack Obama dan Michelle Obama merayakan Halloween di Gedung Putih, Minggu, 31 Oktober 2010. |
![]() |
| Seorang penggemar musik antri untuk melihat pertunjukan Alice Cooper di The Roundhouse, London utara, Minggu 31 Oktober 2010. |
![]() |
| Penggemar Alice Cooper menunggu di ruang ganti dalam pertunjukan di London, Minggu, 31 Okt 2010. |
![]() |
| Seorang penggemar menunggu antrean untuk melihat pertunjukan Alice Cooper di The Roundhouse, London utara, Minggu, 31 Okt 2010. |
![]() |
| Perayaan Halloween di kota Makati, Filipina. |
![]() |
| Topeng tengkorak dan nama-nama pahlawan Revolusi Meksiko dalam perayaan Day of The Dead di Mexico City, Senin 1 November 2010. |
![]() |
| Seorang anak berkostum berjalan melewati balon dalam perayaan Halloween di Tokyo, Jepang, Sabtu, 30 Oktober 2010. |
Labels:
Koleksi Photo
Danau Poyang, Segitiga Bermuda Versi Cina
Sejumlah media besar China melaporkan adanya perairan berbahaya di Danau Poyang, danau terbesar di China, Pada 20 Oktober 2010. Danau Poyang dikenal sebagai 'Segitiga Bermuda di Timur.'
Lebih dari 200 perahu tenggelam di perairan tersebut selama 30 tahun. 1.600 orang dinyatakan hilang dan sekitar 30 korban mengalami sakit mental.
Segitiga Bermuda ini terletak di utara Danau Poyang, Wilayah Duchang, Provinsi Jiangxi. Disebelah utara danau tersebut terdapat kuil yang disebut kuil Laoye. Oleh sebab itu penduduk setempat menyebut perairan itu sebagai perairan kuil Laoye.
Di antara kapal yang hilang di wilayah itu, salah satunya ada yang berbobot 2.000 ton. Peristiwa ini terjadi pada 3 Agustus 1985 bersama 13 kapal dan perahu lain yang mengalami musibah di perairan tersebut. Yang menjadi misteri adalah kapal itu tidak dapat ditemukan meskipun telah dilakukan upaya-upaya pencarian secara maksimal.
Badai Dapat Terjadi Kapan Saja
Menurut sejumlah laporan media, banyak nelayan setempat berdoa dengan membakar dupa atau mengadakan upacara sebelum mereka melakukan perjalanan di perairan itu.
"Badai dapat menghantam setiap saat," ujar Zhang Xiaojin (50), yang telah menjadi nelayan di perairan kuil Laoye selama 20 tahun. Dia dan nelayan lainnya selalu berhati-hati dengan mengamati setiap perubahan kecil di danau tersebut, seberapapun jauhnya mereka memasuki danau itu.
"Saya teringat, pada suatu hari di musim dingin tahun 2001, kami berada di tengah danau. Awalnya semua terlihat baik-baik saja, namun tiba-tiba cuaca berubah secara mendadak. Gelombang menjadi begitu dahsyat, sehingga seluruh kapal mencoba merapat ke tepi danau," ujar Wang Fangren, seorang yang telah berpengalaman berlayar selama 50 tahun.
"Salah satu perahu pengangkut pasir tiba-tiba tenggelam."
Menurut Wang, biasanya terdapat tanda-tanda sebelum badai dahsyat menghantam. Namun badai di perairan kuil Laoye selalu datang tiba-tiba.
"Badai biasanya berlangsung sekitar 20 menit dan normal kembali seolah tidak pernah terjadi apapun," ujarnya.
Pada 16 April 1945, sebuah kapal Jepang tenggelam di perairan kuil Laoye. Tak satupun dari 20 awaknya selamat.
Setelah itu Jepang mengirim tim penyelamat bawah air. Hanya satu orang yang dapat kembali dan sisanya menghilang tanpa bekas. Orang yang selamat ini terlihat ketakutan, setelah dia menanggalkan pakaian renangnya, dia hilang ingatan.
Kemudian, sebuah misi penyelamatan dilakukan selama beberapa bulan, namun tidak ada apapun yang dapat ditemukan dan beberapa penyelam Amerika-pun juga turut lenyap tanpa bekas.
Han Lixian, salah seorang penduduk kota Duchang mengatakan, "Pada tahun 1977, orang-orang di wilayah ini membangun tiga bendungan, salah satunya dibangun dekat perairan kuil Laoye. Suatu malam bendungan dengan panjang 2.000 kaki, lebar 165 kaki dan dengan ketinggian 16 meter di atas air itu, tenggelam tanpa gemuruh sedikitpun."
Angin Aneh
Beberapa waktu lalu, seorang wartawan dari Harian Jiangxi pergi ke perairan kuil Laoye bersama sejumlah ilmuwan. Ketika dia berdiri di kuil Laoye, dia merasakan angin kencang bertiup dari arah selatan menuju utara. Namun ketika dia melihat air, percikannya terlihat bertiup dari arah utara ke selatan. Tampaknya angin sedang bertiup dari dua arah yang berlawanan.
Kemudian, ketika angin bertiup kencang, percikan air di danau tidak membentuk garis lurus namun dalam bentuk 'V'. Angin aneh dan percikan ini membuat sulit bagi nelayan untuk memberi tahu arah
Perahu-Perahu Jungkir-balik Tanpa Terlihat Ombak maupun Angin
Bagaimanapun, orang percaya bahwa angin aneh ini yang membuat perairan ini menjadi berbahaya. Jin, kepala biara kuil Laoye, mengatakan bahwa pada 5 Maret lalu, saat cuaca cerah, sebuah kapal berbobot 1.000 ton, terbalik diperairan tersebut. Tidak ada yang mengetahui apa penyebabnya.
Dalam pandangan peduduk setempat, ada sebuah legenda yang dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Ketika Zhu Yuanzhang, pendiri Dinasti Yuan mengobarkan perang terhadap pesaingnya Chen Youliang dekat danau Poyang, Zhu kalah dan mundur ke tepi danau. Tidak ada perahu di danau itu, namun seekor kura-kura raksasa muncul dan membantu Zhu menyeberangi danau tersebut.
Setelah Zhu menjadi kaisar, dia menjadikan kura-kura sebagai jenderal dan membangun kuil Laoye dekat danau itu untuk mengenang kura-kura tersebut. Penduduk setempat yakin bahwa roh penyu itulah yang telah mengganggu para nelayan.
Seorang pakar setempat mengatakan kepada media bahwa mereka telah menemukan apa yang menyebabkan perairan tersebut berbahaya.
"Sebuah gambar infra merah menunjukkan bahwa terdapat tebing pasir dengan ketinggian sekitar 6.600, melintang dari timur ke barat, di bawah perairan kuil Laoye. Hal inilah yang mengakibatkan terciptanya pusaran air di bawah danau. Pusaran ini sangat memungkinkan menarik dan menenggelamkan kapal dan sejumlah perahu," ujar laporan tersebut.
Namun, teori ini belum dapat menjelaskan mengapa bangkai-bangkai kapal yang tenggelam tidak pernah ditemukan.
Sumber : http://erabaru.net/top-news/40-news5/19339-qsegitiga-bermudaq-di-danau-poyang
Sumber : http://erabaru.net/top-news/40-news5/19339-qsegitiga-bermudaq-di-danau-poyang
Labels:
Ingin Tahu
Watak Dan Karakter Dari Orang Indonesia
Mochtar Lubis dalam bukunya “Manusia Indonesia Sebuah Pertanggung Jawaban”
menyebutkan beberapa ciri manusia Indonesia antara lain:
Hipokritis alias munafik
Berpura-pura, lain di muka – lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.
Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.
“Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan
demikian seterusnya.
Berjiwa feodal.
Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga
membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia
Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisa si isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.
Masih percaya takhyul.
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesiajadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang
empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.
Artistik.
Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada
segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan
perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik
yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinya warna-warninya.
Watak yang lemah.
Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.
Tidak hemat, dia bukan “economic animal”
Malahan manusia Indonesiapandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.
Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi
“miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau
dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.
Manusia Indonesia kini tukang menggerutu
Tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam
rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan
dengan dia. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.
Manusia Indonesiajuga dapat dikatakan manusia sok
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta,
jadi rakus.
Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi
mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.
Sumber : http://pkmsungaiayak.wordpress.com/2010/11/06/ciri-ciri-manusia-indonesia/
menyebutkan beberapa ciri manusia Indonesia antara lain:
Hipokritis alias munafik
Berpura-pura, lain di muka – lain di belakang, merupakan sebuah ciri utama manusia Indonesia sudah sejak lama, sejak meraka dipaksa oleh kekuatan-kekuatan dari luar untuk menyembunyikan apa yang sebenarnya dirasakannya atau dipikirkannya ataupun yang sebenarnya dikehendakinya, karena takut akan mendapat ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.
Segan dan enggan bertanggung jawab atas perbuatannya, putusannya, kelakuannya, pikirannya, dan sebagainya.
“Bukan saya’, adalah kalimat yang cukup populer di mulut manusia Indonesia. Atasan menggeser tanggung jawab tentang suatu kegagalan pada bawahannya, dan bawahannya menggesernya ke yang lebih bawah lagi, dan
demikian seterusnya.
Berjiwa feodal.
Meskipun salah satu tujuan revolusi kemerdekaan Indonesia ialah untuk juga
membebaskan manusia Indonesia dari feodalisme, tetapi feodalisme dalam bentuk-bentuk baru makin berkembang dalam diri dan masyarakat manusia
Indonesia. Sikap-sikap feodalisme ini dapat kita lihat dalam tatacara upacara resmi kenegaraan, dalam hubungan-hubungan organisasi kepegawaian (umpamanya jelas dicerminkan dalam susunan kepemimpinan organisasi-organisa si isteri pegawai-pegawai negeri dan angkatan bersenjata), dalam pencalonan isteri pembesar negeri dalam daftar pemilihan umum. Isteri Komandan, isteri menteri otomatis jadi ketua, bukan berdasar kecakapan dan bakat leadershipnya, atau pengetahuan dan pengalamannya atau perhatian dan pengabdiannya.
Masih percaya takhyul.
Dulu, dan sekarang juga, masih ada yang demikian, manusia Indonesia percaya bahwa batu, gunung, pantai, sungai, danau, karang, pohon, patung, bangunan, keris, pisau, pedang, itu punya kekuataan gaib, keramat, dan manusia harus mengatur hubungan khusus dengan ini semua. Kepercayaan serupa ini membawa manusia Indonesiajadi tukang bikin lambang. Kita percaya pada jimat dan jampe. Untuk mengusir hantu kita memasang sajen dan bunga di empat sudut halaman, dan untuk menghindarkan naas atau mengelakkan bala, kita membuat tujuh macam kembang di tengah simpang
empat. Kita mengarang mantera. Dengan jimat dan mantera kita merasa yakin telah berbuat yang tegas untuk menjamin keselamatan dan kebahagiaan atau kesehatan kita.
Artistik.
Karena sifatnya yang memasang roh, sukma, jiwa, tuah dan kekuasaan pada
segala benda alam di sekelilingnya, maka manusia Indonesia dekat pada alam. Dia hidup lebih banyak dengan naluri, dengan perasaannya, dengan
perasan-perasaan sensuilnya, dan semua ini mengembangkan daya artistik
yang besar dalam dirinya yang dituangkan dalam segala rupa ciptaan artistik dan kerajinan yang sangat indah-indah, dan serbaneka macamnya, variasinya warna-warninya.
Watak yang lemah.
Karakter kurang kuat. Manusia Indonesia kurang dapat mempertahankan atau memperjuangkan keyakinannya. Dia mudah, apalagi jika dipaksa, dan demi untuk ’survive’ bersedia mengubah keyakinannya. Makanya kita dapat melihat gejala pelacuran intelektuil amat mudah terjadi dengan manusia Indonesia.
Tidak hemat, dia bukan “economic animal”
Malahan manusia Indonesiapandai mengeluarkan terlebih dahulu penghasilan yang belum diterimanya, atau yang akan diterimanya, atau yang tidak akan pernah diterimanya. Dia cenderung boros. Dia senang berpakaian bagus, memakai perhiasan, berpesta-pesta. Hari ini ciri manusia Indonesia menjelma dalam membangun rumah mewah, mobil mewah, pesta besar, hanya memakai barang buatan luar negeri, main golf, singkatnya segala apa yang serba mahal.
Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa
Gejalanya hari ini adalah cara-cara banyak orang ingin segera menjadi
“miliuner seketika”, seperti orang Amerika membuat instant tea, atau
dengan mudah mendapat gelar sarjana sampai memalsukan atau membeli gelar sarjana, supaya segera dapat pangkat, dan dari kedudukan berpangkat cepat bisa menjadi kaya.
Manusia Indonesia kini tukang menggerutu
Tetapi menggerutunya tidak berani secara terbuka, hanya jika dia dalam
rumahnya, atau antara kawan-kawannya yang sepaham atau sama perasaan
dengan dia. Cepat cemburu dan dengki terhadap orang lain yang dilihatnya lebih dari dia.
Manusia Indonesiajuga dapat dikatakan manusia sok
Kalau sudah berkuasa mudah mabuk berkuasa. Kalau kaya lalu mabuk harta,
jadi rakus.
Manusia Indonesia juga manusia tukang tiru
Kepribadian kita sudah terlalu lemah. Kita tiru kulit-kulit luar yang memesonakan kita. Banyak yang jadi koboi cengeng jika koboi-koboian lagi
mode, jadi hipi cengeng jika sedang musim hipi.
Sumber : http://pkmsungaiayak.wordpress.com/2010/11/06/ciri-ciri-manusia-indonesia/
Labels:
Ingin Tahu
Arthur dan Ratu Penegas Pray For Indoensia
Seiring berjalannya waktu dan banyaknya kejadian alam serta musibah yang banyak merenggut korban, siapa yang tak kenal dengan tagline “Pray for Indonesia”. Sebenarnya, slogan ini sudah dibentuk sejak Mei 2010 lalu.
Adalah Arthur Garincha Arsono dan Indria Ratu Patimasang, kedua pemuda tersebut merupakan pengagas munculnya slogan tersebut. Arthur adalah mahasiswa transfer semester III Ilmu Komunikasi FISIP UNS dan aktif dalam komunitas breakdance. Sedangkan Ratu adalah seorang Public Relation (PR) di sebuah perusahaan balon udara di Bali.
“Awalnya, kami hanya membuat desain kaos dengan sloganya karena semata-mata hobi kami yang suka mendesain. Ternyata lama-kelamaan slogan tersebut kami rasa bermakna, maka kami mulai mengumpulkan teman-teman untuk membuat sebuah gerakan,” ungkap Arthur ketika diwawancara di kampus FISIP UNS, Senin (1/11).
Kemudian fanspage di situs jejaring sosial Facebook pun mulai dibuat. Saat awal-awal pembentukannya, baru ada sekitar 600-an anggota. Sejak adanya kejadian alam tsunami di Mentawai dan meletusnya Gunung Merapi, anggota meningkat drastis menjadi 18 ribuan.
Ada pula akun di Twitter yang mengatasnamakan Pray for Indonesia. Namun ia mengaku bukan admin yang membuat. Banyak pihak juga yang kemudian menggunakan nama tersebut. Menanggapi tentang pengklaiman nama ini, Arthur mengaku tidak mengambil pusing. “Asalkan memiliki niat baik, saya rasa hal itu tidak masalah. Karena kami memang fokus untuk bersosial saja,” ujarnya. Ia mengatakan bahwa mulanya bersama Ratu hanya mensosialisasikan dengan teman-teman saja dan tidak menyangka bisa menggaung sampai ke berbagai penjuru. Untuk anggota yang aktif sendiri, saat ini baru dari teman-teman yang sering bertemu di kampus. Bagi siapa saja yang ingin turut berpartisipasi pun dapat bergabung kapan saja dan tidak ada persyaratan yang harus dipenuhi. Apabila ingin menjadi fans di Facebook dapat dengan cara searching nama Pray for Indonesia yang berada di baris paling atas.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Pray for Indonesia ternyata tidak melulu berkaitan dengan bencana. Peringatan Hari Sumpah Pemuda lalu, sebuah aksi damai dilakukan di Boulevard Kampus UNS. Selain itu, keprihatinan akan banyaknya tawuran di kalangan pelajar dan mahasiswa serta kemiskinan yang terjadi di Indonesia semakin mendorong mereka untuk berkarya. Untuk penggalangan dana baru dimulai ketika ada bencana banjir bandang di Wasior, Papua. Dengan cara mengumpulkan keuntungan penjualan kaos dan sumbangan dari warga kampus dengan membuka posko. Selain itu, mereka juga turun ke jalan-jalan sekitar kampus untuk menggerakkan para pengguna jalan untuk berpartisipasi mengumpulkan dana. Dana yang sudah terkumpul mereka salurkan terlebih dahulu ke lembaga sosial atau media.
Mengenai logo yang selama ini beredar yaitu Burung Garuda dan pita hitam, Arthur mengaku tidak tahu menahu karena logo yang selama ini ia buat adalah siluet orang sedang berdoa. Hanya saja, logo yang kini lebih dikenal masyarakat lebih tenar dan tersebar di mana-mana. “Sebenarnya saya ingin mengetahui siapa creatornya karena ia secara tidak langsung telah turut peduli dengan Pray for Indonesia. Yang saya maksud peduli di sini bukan pada komunitas ini melainkan pada orang-orang yang yang ingin kita kasihi bersama,” paparnya.
Sejak mencuatnya nama Pray for Indonesia, mereka pun mulai dicari berbagai stasiun televisi swasta untuk diwawancara mengenai visi dan misi mereka. Keinginan untuk menjadikan sebuah yayasan resmi pun juga diungkapkannya namun ia menyatakan tidak terlalu fokus pada hal tersebut mengingat statusnya yang kini masih mahasiswa. “Tentunya sulit untuk mewujudkan hal tersebut. Namun yang terpenting, tujuan kami berkegiatan sosial dan beramal saat ini dapat tercapai terlebih dahulu,” ungkapnya.
Nama Pray for Indonesia ternyata memiliki makna yang mendalam. Arthur menuturkan, saat sesuatu menimpa sesama kita, hal pertama yang paling bisa dan paling sederhana kita lakukan adalah berdoa. Ungkapan lewat doa dapat dikirimkan kepada siapa saja tanpa mengenal waktu. “Apabila ada teman kita yang sakit, yang bisa kita lakukan pertama kalinya tentunya mendoakan dia. Sedangkan untuk bantuan berupa materi atau yang lainya pasti membutuhkan proses,” tandasnya.
Ia meyakini bahwa doa memiliki kekuatan yang luar biasa apalagi jika dibarengi dengan usaha yang nyata.
Sumber : http://pendidikan.timlo.net/baca/4778/arthur-dan-ratu-dua-pemuda-penggagas-pray-for-indonesia
Labels:
Motivasi dan Inspirasi
Langganan:
Postingan (Atom)











