Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Misteri. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2011

Inilah Nabi dan Sekte Hari Kiamat Terkenal

Banyak muncul sekte bahkan orang yang mengaku nabi mengenai hari kiamat. Berikut nabi dan sekte hari kiamat yang terkenal.


Minggu, 27 Maret 2011

Hollow Earth, Legenda Rongga di Dalam Bumi


Ada banyak Legenda dari berbagai wilayah di dunia yang menceritakan mengenai adanya dunia lain di dalam perut bumi. Tidak banyak yang menaruh perhatian terhadap legenda-legenda ini sampai seorang ilmuwan ternama mengangkatnya ke dalam forum-forum sains. Ide kalau bumi kita memiliki rongga sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

Minggu, 20 Maret 2011

Misteri Dibalik Kartu Remi


Playing Card atau di Indonesia sering disebut Kartu Remi, mungkin datang dari Timur, Mesir atau Arab lalu muncul di Italia (dalam bentuk Tarot/Taroochi ) kira-kira akhir tahun 1200-an. Setelah itu menyebar ke Jerman, Prancis, dan Spanyol.

Mungkin selama ini kita tidak pernah peduli, tapi kartu yang kita kenal adalah jenis kartu dari Inggris. Seperti JACK (J) QUEEN (Q) KING (K) dan ACE (A). Jenis kartu dari Inggris ini dalam satu setnya berjumlah 52 lembar, ditambah dengan JOKER. Ok, let's to the point...

Ada beberapa fenomena tentang kartu yang sering kita mainkan :
  • Jumlahnya 52, kenapa 52 ? Jumlah seminggu dalam setahun adalah 52 dan setiap kartu mewakili satu minggu.
  • 52..(5+2) = 7 = 7 hari dalam seminggu.
  • Karena dari Inggris yang notabene 4 musim jadi kartunya mempunyai 4 jenis :
Spade (♠) mewakili musim dingin
Heart (♥) mewakili musim gugur
Diamond (♦) mewakili musim semi
Club (♣) mewakili musim panas
  • Dalam satu jenis terdapat 13 kartu (dari As s/d King) 13 adalah jumlah minggu dalam satu musim.
  • 13 ..(1+3) = 4 = jumlah musim dalam satu tahun = 4 penjuru mata angin.
  • Warna merah sama Item, melambangkan Siang dan Malam.
  • Kalau angka kartu dalam satu jenis kalian jumlahin semua (As = 1, Jack=11, Queen=12 dan King=13),maka jumlah totalnya adalah 364! Sama dengan jumlah hari dalam satu tahun, ditambah 1 Joker, menjadi 365 hari.

Kalau jumlah huruf dari nama-nama kartu yang ada satu deck anda hitung, baik dalam bahasa Inggris, Belanda,Jerman ataupun Perancis, maka jumlahnya adalah 52! Sama seperti jumlah minggu dalam 1 tahun !!


- Bahasa Inggris: Ace,two,three,four,five,six,seven,eight,nine,ten,Jack,Queen,King.

- Bahasa Belanda: Aas,twee,drie,vier,vijf,zes,seven,acht,negen,tien,Boer,Vrouw,Heer.

- Bahasa Jerman: As,zwei,drei,fünf,sechs,sieben,acht,neun,zehn,Bube,Dame,König.

- Bahasa Perancis: As,deux,trois,quatre,cing,six,sept,huit,neuf,dix Valet,Reine,Roi.

(Semua jumlah hurufnya sama 52 !)


Boleh percaya, boleh ngga !

Dari setiap jenis juga melambangkan 4 pilar yang utama di zaman Middle Ages.
Spade - Militer
Heart - Gereja
Diamond - Kelas Pedagang
Club - Aglikultur

Setiap kartu Raja (KING) dari setiap jenis, represent to some of Great King from history, nih :

Spade - King David adalah Raja Israel
Heart - Charlemagne adalah pendiri The Holy Roman Empire
Diamond - Julius Caesar, The Great Dictator of Rome
Club - Alexander The Great, Jenderal Macedonia

Hearts --- Spades --- Diamonds --- Clubs
(K) Charlemagne -- David -- Caesar -- Alexander
(Q) Ragnel -- Judith -- Pallas -- Argeia
(J) Ogier -- Judah Maccabee -- Aulus Hiritus -- Hector

Siapa mereka ? Mereka itu adalah para Hero pada zaman Middle Age dulu, kalo mau lebih jelasnya buka Wikipedia aja...

Selain itu ada lagi misteri-misteri tentang kartu yang belum bisa dijawab sampai sekarang, misalnya :

  • King Hati satu-satunya King yang tidak mempunyai kumis.
  • King Hati juga mengarahkan pedangnya ke arah kepalanya sendiri, oleh karena itu King Hati selalu disebut "The Suicide King".
  • King Diamond cuma keliatan satu sisi muka, dimana king-king lainnya tidak seperti itu.
  • Queen Spade melihat ke arah kanan, dimana Queen-Queen lainnya melihat ke arah kiri.
  • Queen Spade satu-satunya Queen yang memegang tongkat dan bunga, dimana Queen-Queen lainnya hanya memegang bunga saja.

Dan mungkin masih banyak hal-hal yang tersembunyi lainnya, mungkin kalo kita teliti lebih jauh lagi, kita akan tahu lebih banyak tentang misteri dibalik kartu remi.

Sumber : jodysmoove.blogspot.com

Minggu, 13 Maret 2011

Menguak Sumber Air Yang Muncul di Danau Bulan Sabit (Gurun Gobi - Cina)

Sekitar 6 kilometer (3,73 mil) selatan kota Dunhuang ,terdapat sumber Air di gurun (Oasis) yang dikelilingi oleh-Pasir Pasir Gunung, di kenal dengan nama Danau Bulan Sabit dan disebut sebut sebagai keajaiban alam di Gurun Gobi. Sudah ada selama ribuan tahun.

Setiap tahun ada banyak peziarah dan pedagang melakukan perjalanan melewati di Jalur sutra ke Barat. Sebelum mereka menghadapai kesulitan menempuh lautan pasir Gurun Gobi, mereka istirahat di Oasis Danau Bulan Sabit ini sebagai persinggahan terakhir.




Lebih dari dua ribu tahun Donhuang sebagai pintu masuk yang penting ke Cina. Mengikuti perjalanan serangkaian oasis di Gurun Gobi, menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dikatakan bahwa gurun itu begitu sunyi, tanpa kehidupan dan sebagai alat darurat adalah tulang belulang manusia yang meninggal dalam perjalanan di Gurun digunakan sebagai papan penunjuk arah..Dengan cara ini mereka juga akan menghindari hantu dan setan yang menghantui gurun. 

 

Selama tiga puluh tahun terakhir air telah menurun setidaknya dua puluh lima meter. Hal ini sebagai akibat dari dua hal.


Pertama petani lokal telah membuat irigasi untuk menyuburkan tanaman.
Kedua populasi Dunhuang dalam priode tersebut menjadi lebih dari dua kali lipat.

 



Pernah di upayakan membuat Danau buatan namun gagal (akibat polusi)dan sehingga setiap tahun air danau perlahan menyusut.

 
Krisis ekologi adalah murni karena dampak manusia - lebih banyak air digunakan daripada mempertahankan .Sebuah bencana karena perbuatan manusia.

 







Masalah ini diperburuk oleh fakta bahwa China barat adalah wilayah negara termiskin dan dorongan terhadap pembangunan ekonomi di semua sektor tidak ada pilihan dari masyarakat setempat. 

 
Dang Sungai yang mengalir melewati kota,mengilhami pemukim asli untuk membendung dan tinggal disana. Itu adalah beberapa dekade yang lalu dan tentu saja, hasil dari pertanian lokalnya lebih baik. Namun dengan perbaikan yang menyertai kedatangan manusia yang tak terelakkan untuk membantu ekspansi lebih lanjut. Lebih banyak orang berarti semakin banyaknya permintaan air dan menyebabkan muka air bawah tanah akan mulai turun.

 

Untuk mencegah bencana pejabat lokal membuat kebijakkan baru dan ketat. Hal ini dikenal sebagai Tiga larangan. 

 
Tidak ada sumur baru yang diizinkan,
Tidak ada lahan pertanian tambahan dapat irigasi dan pendatang baru dilarang.
Dua yang pertama melarang daripada yang terakhir adalah hukuman untuk penduduk lokal karena lebih dari sembilan puluh persen air di alirkan ke pertanian.

 

Kunci untuk mempertahankan oasis berada dalam pengurangan konsumsi air. Jika Tiga Larangan ini ketat diberlakukan maka mungkin Danau Bulan Sabit akan dinikmati oleh generasi yang akan datang...Meskipun jumlah
Glacial meleleh dari Pegunungan Qilian jauh ke kaki Sungai Dang, Namun tidak  pernah berubah selama berabad-abad.  Sehingga Danau Bulan Sabit  menarik untuk di kunjungi.

Sumber : www.keajaibanalam.co.tv

Jumat, 11 Maret 2011

Misteri Logo Olimpiade 2012



Kasus Logo Olimpiade yang saat ini sedang di perdebatkan di seluruh dunia. Mengapa? Logo resmi Olimpiade 2012 di London, Inggris, sebenarnya sudah lama diluncurkan. Pihak panitia menjelaskan logo itu melambangkan '2012' (tahun penyelenggaraan), ring olimpiade, dan tulisan 'London', dan simbol permainan Paralympic.

Selesai? Tidak. Logo itu sekarang bermasalah. Adalah Iran yang memprotesnya. Tak tanggung-tanggung, protes Iran itu diwakili Komite Olimpiade Nasional Iran. Mereka menyerahkan surat ke Komiter Olimpiade Internasional, IOC.

Iran mengeritik, tanda logo Olimpiade 2012 bisa diartikan sebagai zionis. Masuk akal juga. Kalau bagian-bagian demi bagian dari logo itu disusun, bisa membentuk tulisan 'Zion'. Zionisme adalah musuh terbesar Iran.

Iran kemungkinan akan memboikot penyelenggaraan Olimpiade 2012. Logo itu berbiaya total 800 juta dolar Amerika Serikat. Nah, Sekarang Begini Teori Konspirasi Maskot & Logo Olimpiade 2012

Sebagian Manusia memang aneh-aneh. kenapa demikian ? Setelah diluncurkannya Maskot & logo olimpiade 2012 di London, saya mendapati beberapa orang membuat teori yang mengait-ngaitkan logo dan maskot tersebut dengan datangnya hari akhir. Sungguh aneh menurut saya tapi saya tertarik untuk menjelaskankannya disini. Sebelum menjelaskan tentang teori itu mari kita liat dulu maskot dan logo olimpiade London 2012.

Maskot : Wenlock dan Mandeville






Coba Perhatikan gambar maskot dan logo diatas sekali lagi.

Sepintas memang tidak ada yang aneh dari kedua gambar tersebut tapi ketika diperhatikan ternyata logo olimpiade tersebut mirip tulisan zion
 

2=z 0=o 1=i 2=n

dimana zion sendiri merupakan bangsa zion (israel) yang diprediksi sebagai bangsa yakjuj dan makjuj dalam tanda-tanda hari akhir menurut umat islam.

kemudian mengenai Maskot

maskot tersebut bermata satu dan kita juga tahu bahwa salah salah satu tanda hari akhir ialah munculnya dajjal yang bermata satu

coba lihat kembali Wenlock. di ujung kepalanya terdapat piramida yang sangat mirip dengan logo Freemasonry

salah satu organisasi spiritual penentang tuhan paling berbahaya di muka bumi.


Menurut definisi Wikipedia, Freemasonry adalah organisasi persaudaraan bersemangat publik yang telah ada sejak abad ke-17. Kegiatan sentral Freemasonry amal tetap bekerja dalam lokal atau masyarakat yang lebih luas tetapi masyarakat memiliki sejumlah besar kontroversi dan rahasia yang sebenarnya terpendam dalam sejarah panjang. Telah dikatakan bahwa kaum Mason mengklaim bahwa Masonry terbuka untuk salah satu dari setiap iman dan bahwa itu adalah persaudaraan untuk membantu kaum Mason lain. Tapi itu hanya untuk menarik lebih banyak orang kepada masyarakat ini. G simbol yang digunakan dalam tanda-tanda mereka benar-benar diterjemahkan menjadi Masonik gnosis atau generasi dengan Lucifer dan Allah sebagai musuh utama kekristenan. Mason mengambil sumpah agak mematikan sumpah darah untuk setiap derajat hingga 33 derajat. Mereka bersumpah setia kepada Tuhan Masonry dan negara di atas segalanya dan di bawah ancaman hukuman mati, bersumpah tidak akan mengungkapkan rahasia Freemasonry – bahkan tidak kepada istri-istri mereka.


ditambah dengan kemungkinan terjadinya badai matahari yang diprediksi terjadi 2012 maka makin kuatlah pandangan beberapa orang yang meyakini mitos tersebut, meskipun menurut ilmuan badai solar tidak akan menimbulkan masalah berarti pada bumi.

saya pribadi tidak percaya akan mitos-mitos yang sering dikait-kaitkan dengan fakta.

bagaimana dengan kalian?

Well, jadi kesimpulannya. Kenapa logo olimpiade 2012 di protes? Jawabannya karena logo olimpiade 2012 mengartikan suaktu makna yaitu Zion yang berarti Zionis.
 

Jumat, 18 Februari 2011

10 Kode Misterius Yang Masih Beum Terpecahkan

Meskipun internet telah melahirkan industri-miliar dolar dalam menciptakan dan cracking kode, crypologists belum memecahkan beberapa kode-kode rahasia teka-teki tertua. Berikut adalah sepuluh yang paling terkenal:


1. Disk Phaistos 
 


dianggap sebagai contoh yang paling penting prasasti hiroglif dari Kreta.Ditemukan pada tahun 1903, kedua sisi dari lempung ditutupi dengan hieroglif diatur dalam zona spiral, terkesan pada tanah liat ketika lembab. Empat puluh lima jenis yang berbeda dari tanda-tanda telah dibedakan, yang sedikit dapat diidentifikasi dengan hieroglif digunakan di masa Proto- palatial


2.Linear A
 


Linear A adalah salah satu dari dua linear digunakan dalam naskah kuno Kreta (script ketiga Kreta hieroglif). Linear B diuraikan pada tahun 1952 oleh Michael Ventris dan digunakan untuk menulis Mycenaean Yunani. Linear A masih jauh dari benar diuraikan tetapi sebagian dipahami dan dapat dibaca melalui nilai-nilai linear b.


Meskipun kedua script berbagi banyak simbol-simbol yang sama, menggunakan suku kata yang berhubungan dengan linear b dalam menghasilkan tulisan-tulisan linear a kata-kata yang tidak memiliki hubungan dengan bahasa yang diketahui. Bahasa ini sering disebut sebagai Minoan atau Eteocretan, dan berkorespondensi dengan periode dalam sejarah Kreta sebelum serangkaian invasi oleh Mycenean Yunani sekitar 1450 SM. Hal ini diyakini bahwa mungkin ada beberapa hubungan antara linear a dan The Phaistos Disk.


3.Kryptos 

 
Kryptos adalah sebuah patung oleh seniman Amerika James Sanborn terletak di lantai dasar Central Intelligence Agency (CIA) di Langley, Virginia, di Amerika Serikat. Sejak dedikasi pada 3 November 1990, telah ada banyak spekulasi tentang arti dari pesan dienkripsi itu beruang.


Terus untuk memberikan hiburan bagi karyawan CIA dan cryptanalysts lain mencoba untuk mendekripsi pesan. Teks sandi pada satu setengah patung utama berisi 869 karakter secara total, namun Sanborn informasi dirilis pada April 2006 yang menyatakan bahwa surat yang ditujukan pada paruh utama Kryptos hilang. Ini akan membawa jumlah karakter ke 870 pada bagian utama.


Sisi lain dari patung terdiri dari enkripsi Vigenere tablo, terdiri dari 869 karakter, jika dihitung spasi. Orang pertama yang secara terbuka mengumumkan memecahkan tiga bagian pertama, pada tahun 1999, adalah James Gillogly, seorang ilmuwan komputer dari California Selatan, yang diterjemahkan dari 768 karakter. Bagian yang dia tidak bisa memecahkan, sisa 97 atau 98 karakter.


4. Kode Rahasia pada Chinese Gold Bar 
 


Pada tahun 1933, tujuh emas batangan diduga dikeluarkan untuk seorang Jendral bernama Wang di Shanghai, Cina. emas batangan ini, berisi gambar, tulisan Cina, beberapa bentuk penulisan naskah, dan cryptograms dalam huruf Latin, muncul untuk mewakili sertifikat logam yang terkait dengan deposito bank dengan Bank AS dan tulisan Cina telah diterjemahkan, dan membahas transaksi di lebih dari $ 300.000.000.


5. Beale Ciphers 



Beale cipher adalah kumpulan dari tiga ciphertexts, salah satu negara yang diduga lokasi harta karun emas dan perak diperkirakan bernilai lebih dari USD $ 50 juta. Dua lainnya diduga ciphertexts menggambarkan isi dari harta karun, dan daftar nama pemilik harta karun 'saudara terdekat, masing-masing.


Cerita dari tiga ciphertexts berasal dari pamflet merinci 1885 harta karun yang dikuburkan oleh seorang pria bernama Thomas Jefferson Beale di sebuah lokasi rahasia di Bedford County, Virginia, pada tahun 1820. Beale mempercayakan kotak yang berisi pesan dienkripsi dengan pemilik penginapan lokal bernama Robert Morriss dan kemudian menghilang, tidak pernah terlihat lagi. pemilik penginapan memberi tiga dienkripsi ciphertexts ke teman sebelum ia meninggal.


Temannya kemudian menghabiskan dua puluh tahun hidupnya berusaha untuk memecahkan sandi pesan, dan hanya mampu memecahkan salah satu dari mereka yang memberikan rincian tentang harta terpendam dan lokasi umum harta karun. Sejak penerbitan pamflet, sejumlah upaya telah dilakukan untuk memecahkan kode dua ciphertexts tersisa dan menemukan harta karun, tetapi semua berakhir dengan kegagalan.


6. Voynich Manuscript
 

Naskah Voynich yang misterius diduga telah ditulis di ke-15 atau abad ke-16. Penulis, script, dan bahasa naskah tetap tidak diketahui.


Yang tercatat di atas keberadaan, yang Voynich naskah telah menjadi objek studi intensif oleh banyak profesional dan amatir kriptografer, termasuk beberapa top Amerika dan Inggris codebreakers Perang Dunia II ketenaran (yang semuanya gagal mendekripsi bagian apapun dalam teks). String ini kegagalan telah mengubah naskah Voynich menjadi subjek terkenal kriptologi sejarah, tetapi juga diberi bobot teori bahwa buku ini hanya tipuan yang rumit-urutan yang bermakna simbol sewenang-wenang.


Buku ini diberi nama setelah Polandia-buku Amerika dealer Wilfrid M. Voynich, yang mendapatkannya pada tahun 1912. Saat ini Voynich naskah disimpan dalam Buku Langka Beinecke dan Manuskrip Perpustakaan Universitas Yale sebagai item "MS 408". Edisi faksimili pertama diterbitkan pada tahun 2005


7. Sandi Dorabella 
 

The Dorabella Cipher adalah sebuah surat yang ditulis oleh enciphered Edward Elgar Miss Dora Penny, yang didampingi oleh lain tanggal 14 Juli 1897. Penny tidak pernah bisa memahaminya dan artinya tetap tidak diketahui hingga hari ini.


Sandi, yang terdiri dari 87 karakter tersebar lebih dari 3 baris, tampaknya terdiri dari alfabet dari 24 simbol, dengan masing-masing terdiri dari simbol baik 1, 2, atau 3 perkiraan semicircles, berorientasi pada salah satu dari 8 arah. Orientasi dari beberapa karakter yang ambigu. Titik kecil, arti dan makna yang tidak diketahui, muncul setelah lima karakter di baris ketiga.


Sebuah hitungan 87 karakter menunjukkan frekuensi simbol yang sangat dekat dengan apa yang diharapkan jika cipher adalah cipher substitusi sederhana, didasarkan pada teks dalam bahasa Inggris, tetapi upaya untuk memecahkan hal itu di sepanjang garis-garis ini sejauh ini terbukti sia-sia, mengarah ke spekulasi cipher mungkin lebih kompleks.


8. Sistem Sandi John F. Byrne
 
Sistem sandi John F. Byrne Chaocipher ditemukan pada tahun 1918 dan terus dicoba pecahkan tapi gagal selama hampir 40 tahun untuk kepentingan pemerintah AS .


Dia menawarkan hadiah bagi siapa saja yang bisa memecahkan sandi itu, tapi hadiah tidak pernah diklaim. Hal ini akhir-akhir ini telah kembali diperiksa oleh anggota keluarganya untuk menentukan apakah ada nilai komersial di dalamnya.


9. Sandi D'Agapeyeff 
 


Sandi D'Agapeyeff adalahadalah sandi yang tak terpecahkan yang muncul dalam edisi pertama Codes and Ciphers, sebuah buku dasar pada kriptografi diterbitkan oleh warga Inggris kelahiran rusia yang berprofesi sebagai Pembuat peta Alexander-D'Agapeyeff pada tahun 1939.


Ditawarkan sebagai“challenge cipher” di akhir buku, itu tidak termasuk dalam edisi kemudian, dan D'Agapeyeff dikatakan telah mengakui bahwa ia lupa bagaimana kode sandi itu dia enkripsi


Ada yang berpendapat bahwa kegagalan semua upaya di dekripsi adalah karena D'Agapeyeff salah mengenkripsi teks asli.Namun, ada juga yang berpendapat bahwa kode rahasia itu masih bisa dipecahkan dengan menggunakan metode komputasi seperti algoritma genetika.


10.Taman Shud 
 

tubuh seorang laki-laki tak dikenal ditemukan pada pantai Somerton di Adelaide, Australia pada tahun 1948 tanpa ID, dan mengenakan sweater dan mantel meskipun hari itu cuacanya panas,
Tidak ada petunjuk untuk identitas dan catatan gigi dan sidik jari yang bisa dicocokkan dengan seseorang.


Otopsi menemukan kemacetan aneh, darah di lambung dan organ membesar namun tidak ada zat asing.
Sebuah koper yang ditemukan di stasiun kereta api yang mungkin milik orang itu berisi sepasang celana panjang dengan saku tersembunyi rahasia, yang memegang selembar kertas sobekan dari sebuah buku yang dicetak dengan kata-kata "Taman Shud".
 

Lembaran-lembaran ini cocok dengan salinan yang sangat langka Omar Khayyam's 'The Rubaiyat' yang ditemukan di kursi belakang terkunci kendaraan dan di bagian belakang buku ini tertulis lima baris huruf besar yang tampaknya menjadi sebuah kode.Sampai hari ini, seluruh kasus tetap menjadi salah satu misteri di Australia yang paling aneh.

Senin, 14 Februari 2011

Siapakah Dibalik Hilangnya Naskah Laut Mati ?

Bagian 1

Penemuan tulisan-tulisan tangan berbahasa Ibrani dan Aramaik kuno di propinsi Qumran, paska Perang Dunia II telah memicu antusiasme para Ahli Sejarah Kitab Suci untuk mendapatkan informasi tentang naskah-naskah tersebut yang diharapkan dapat memberikan jawaban atas misteri dari periode penting dalam sejarah umat manusia. Hal itu tentu saja sangat beralasan mengingat bahwa naskah berbahasa Ibrani paling kuno yang ada saat ini dari Kitab-kitab Perjanjian Lama berasal dari abad ke-10 M. Selain bahwa naskah-naskah tersebut menyimpan perbedaan-perbedaan cukup besar jika dihadapkan dengan naskah-naskah septuagintal Yunani yang berhasil diterjemahkan di Aleksandria pada abad ke-13 SM. Manakah di antara kedua naskah yang paling sahih dalam hal terjadinya perbedaan? Manakah di antara keduanya yang paling dapat diandalkan? Tidak hanya terbatas pada Jemaat-Jemaat Yitzrael, bahkan Gereja-Gereja Kristen Yunani, mengakui Perjanjian Lama sebagai bagian dari Kitab Suci mereka. Sementara umat Kristen hingga abad ke-10 M, mengandalkan naskah Septuaginta (naskah Yunani, pent) dan setelah itu mereka beralih - kecuali Gereja Yunani Timur- ke naskah Ibrani pada awal abad yang sama.

Sebagaimana sumber-sumber yang sampai kepada kita tentang al-Masih, semuanya berasal dari tulisan-tulisan yang disusun pada setengah abad semenjak waktu yang ditentukan sebagai saat wafatnya Yesus. Dan tidak terdapat satu naskahpun - meskipun sedikit - dari sumber-sumber sejarah masa kini yang menyebutkan secara pasti periode yang dikatakan bahwa Yesus pernah hidup di masa itu.

Bahkan sebaliknya, Kitab-kitab Perjanjian Baru sendiri - sebagai rujukan satu-satunya tetang kehidupan Yesus­memberikan kepada kita inforamsi yang kontradiktif berkenaan dengan kehidupan dan kematian Yesus. Injil Matius menyebutkan bahwa Yesus dilahirkan pada masa pemerintahan Kaisar Herodus, yang mangkat pada tahun ke-4 SM. Sedangkan Injil Lukas menetapkan kelahiran al-Masih pada masa sensus penduduk oleh Romawi, yakni tahun ke-enam kelahiran al-Masih. Perbedaan juga muncul berkenaan dengan masa berakhirya kehidupan al-Masih di bumi. Berdasarkan keterangan-keterangan yang didapat dari kitab-kitab Injil, ada yang menetapkan pada tahun ke­30, tahun ke-33 dan ada pula yang menetapkannya pada tahun ke-36.

Sementara keyakinan terdahulu menegaskan bahwa para penulis Injil itu adalah para murid dan sahabat yang hidup semasa al-Masih, dan mereka menjadi saksi hidup atas maklumat yang mereka tulis. Akan tetapi, saat sekarang ini menjadi jelas bahwa tidak seorangpun dari para penulis Injil itu yang pernah bertemu Yesus. Para penulis itu tanpa terkecuali bersandar pada riwayat-riwayat yang mereka dengar dari orang lain atau dari penafsiran-penafsiran mereka terhadap tulisan-tulisan kuno.

Berdasarkan pada kenyataan ini, maka penemuan tulisan-tulisan kuno yang mendahului atau semasa dengan zaman kehidupan Yesus di kawasan yang hanya berjarak beberapa kilometer dari kota Jerusalem, yang disebut-sebut sebagai kota tempat meninggalnya al-Masih, telah membangkitkan kembali harapan untuk menemukan sumber-sumber pengetahuan untuk menyingkap tabir misteri dan hakikat persoalan dalam sejarah institusi agama Kristen dan keterkaitannya dengan jemaat-jemaat Yahudi yang ada pada masa itu.

Antusiasme menjadi bertambah besar semenjak dipublikasikannya bagian­bagian awal manuskrip pada tahun enam puluhan. Maka jelaslah bahwa tulisan-tulisan tangan itu berkaitan erat dengan kelompok Judeo-Kristen yang dikenal sebagai Kaum Esenes, yang memiliki seorang guru bijak dengan sifat dan karakter yang tidak berbeda dengan al-Masih. Namun sayang bahwa antusiasme yang muncul di kalangan para ilmuan sejarah kitab suci dan para pembaca awam justru menimbulkan rasa cemas dan khawatir dari pihak otoritas agama dan institusi-institusi Yahudi maupun Kristen. Alasan kecemasan itu tidak berhubungan dengan rasa takut bahwa informasi yang berhasil diketemukan akan menguatkan keimanan orang-orang muslim, sebab sejatinya bahwa tulisan-tulisan itu merupakan tulisan keagamaan kuno.

Namun kecemasan itu lebih mengarah pada kekhawatiran akan terjadinya penyelewengan dan perubahan yang tidak saja berkenaan dengan hakikat sejarah, tetapi juga meyangkut penafsiran teks-teks keagamaan berikut maknanya.

Berdasarkan alasan demikian ini, maka semenjak pemerintah Israel menduduki kota Jerusalem Lama paska Perang Juni 1967, usaha-usaha penerbitan masuskrip Laut Mati secara praktis terhenti. Sementara di sana masih tersisa lebih dari separoh yang belum sempat diterbitkan.

Bahkan lebih dari itu, pemerintah Israel berupaya untuk membungkam suara-suara yang datang dari segala penjuru -yang paling lantang justru dari para ilmuan Israel sendiri-. Untuk berkelit dari desakan terus­ menerus itu, pemerintah Israel merencanakan sebuah aksi simbolis. Pihak berwenang di Depertemen Arkeologi Israel mengirimkan gambar-gambar potografi yang diklaim sebagai telah mewakili seluruh naskah yang ada di musium Rockefeller di Jerusalem, kepada Universitas Oxford di Inggris dan kepada sebuah universitas di Amerika Serikat. Selanjutnya pemerintah Israel berpura-pura seolah-olah geram dan melancarkan aksi protes ketika universitas yang dimaksud menerjemahkan dan mempublikasikan gambar-gambar photografi manuskrip tersebut tanpa izin resmi dari pemerintah Israel.

Drama simbolis pemerintah Israel ini, agaknya dimaksudkan untuk memberi kesan seolah-olah semua naskah manuskrip telah diterjemahkan dan dipublikasikan, sehingga dengan demikian tidak akan ada lagi alasan pihak manapun untuk mendesak pemerintah Israel agar memperlihatkan semua naskah kuno yang ada di tangannya.

Bisa dipastikan bahwa di sana masih ada sejumlah naskah yang potongan­potongannya masih belum terpublikasikan, dan oleh pihak-pihak tertentu sengaja dirahasikan keberadaannya, agar dengan demikian ia akan dilupakan kembali oleh sejarah. Akan tetapi, bagian yang telah dipublikasikan sebelumnya, cukup untuk memberikan penjelasan kepada kita apa sejatinya misteri yang oleh pihak tertentu sengaja ditutup-tutupi. Inilah yang hendak kita coba untuk mengungkapnya pada bahasan-bahasan berikut.

Manuskrip Laut Mati yang dimaksud adalah sekumpulan tulisan tangan kuno yang berhasil diketemukan antara tahun 1947 - 1956 di dalam gua­-gua tersembunyi di pegunungan yang terletak di sebelah barat Laut Mati, antara lain kawasan Qumran, Muraba'at, Khirbat, Mrd, Ein Jeda dan Masada.

Penemuan tersebut, khususnya yang berasal dari wilayah Qumran atau Umran, wilayah Tepi Barat Jordan yang berjarak hanya beberapa kilometer selatan kota Yerikho (Areeha), semenjak setengah abad yang lalu, telah membawa dampak sangat dalam pada pola pikir peneliti-peneliti Yahudi dan Kristen di seluruh dunia. Selanjutnya penemuan-penemuan spektakuler itu, secara pasti, telah mengakibatkan terjadinya perubahan pada banyak struktur kepercayaan yang selama ini diyakini di Palestina. Meski demikian, kita masih berada di awal langkah sehingga belum bisa diharapkan untuk mendapatkan hasil-hasil yang sempurna, kecuali apabila seluruh naskah yang ada berhasil dipublikasikan dan difahami maknanya oleh para peneliti.

Ketika Perang Dunia II hampir reda, tepatnya pada bulan Pebruari tahun 1947, ditemukan gua pertama dekat Laut Mati. Ketika itu Palestina di bawah perwalian Inggris dan Jerusalem masih dalam genggaman rakyat Palestina. Awalnya, Muhammad Ad-Dib, seorang anak gembala kehilangan seekor domba miliknya. Ia berasal dari suku Ta'amirah yang mendiami wilayah yang membentang dari Jerusalem hingga tepian Laut Mati. Dalam usaha menemukan dombanya yang tersesat, anak gembala itu naik ke sebuah batu cadas.

Dari tempat itu ia melihat celah sempit dari sebuah tebing yang berhadapan dengan lereng gunung. Dipungutnya sebuah batu, ia lemparkan batu itu ke dalam gua dan sekonyong­-konyong terdengar beturan batu yang dilemparkannya dengan benda-benda yang tampaknya terbuat dari bahan tembikar. Gembala kecil itu kemudian menaiki lereng gunung dan mengintip dari atas. Dalam suasana remang-remang, Muhammad menyaksikan sejumlah perabot dari tembikar yang tersusun rapi di lantai gua. Esok paginya, Muhammad kembali ke gua diikuti beberapa orang kawan. Dan benar, di dalam gua itu mereka menemukan seperangkat perabot dari tembikar dan tujuh gulungan tulisan tangan.

Dalam waktu singkat, naskah manuskrip tulisan tangan itu telah dipamerkan untuk dijual oleh pedagang barang antik di Jerusalem, bernama Kando. Ia membeli barang itu dari seorang penduduk Ta'amirah. Athanasius Samuel, Kepala Biara Katolik Saint Markus di Swiss yang pada saat itu sedang berada di Jerusalem membeli 4 buah manuskrip, sedangkan 3 buah lainnya dibeli oleh Profesor Eliezer Sukenik dari University of Hebrew di Jerusalem.

Ketika Perang Arab - Israel berkecamuk, menyusul proklamasi berdirinya Negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948, Atanasius khawatir akan nasib naskah-naskah kuno yang dibelinya. Ia berniat mengirimkan ke-empat naskah itu ke Amerika Serikat untuk dijual di sana. Namun akhirnya naskah-naskah itu dibeli oleh Yigael Yadin -anak Profesor Sukenik­dengan harga seperempat juta US dollar atas nama Hebrew University di Jerusalem. Dengan demikian, tujuh naskah temuan pertama itu berada dalam kepemilikan Hebrew University di Israel.

Ketika dicapai kesepakatan damai Arab-Israel pada 7 Nopember 1949, kawasan Qumran dan sepertiga bagian utara wilayah Laut Mati menjadi wilayah teritorial Kerajaan Hashemit Jordania, sehingga dengan demikian pihak berwenang di Jordan dapat dengan leluasa melancarkan rangkaian ekspedisi arkeologis guna melacak keberadaan manuskrip kuno yang masih tersisa. Meskipun di pihak lain warga Ta'amirah merahasiakan keberadaan gua­gua misterius itu, namun pada akhirnya pihak berwenang Jordan berhasil menemukannya pada akhir bulan Januari 1949.

Menyusul penemuan lokasi gua-gua Qumran, pihak berwenang Jordan segera melancarkan ekspedisi pencarian di dalam gua-gua tersebut. Di bawah pengawasan G.L. Harding, seorang ilmuwan berkebangsaan Inggris yang yang menjabat sebagai Direktur Departemen Arkeologi Jordan bersama Pendeta Roland de Vaux direktur French Dominican I'Ecole Biblique, di Jerusalem Timur, ekspedisi itu berhasil menemukan ratusan potongan-potongan kecil di dalam gua berikut benda-benda kuno dari tembikar, kain dan benda-benda dari kayu. Benda-benda antik tersebut tentu sangat membantu upaya menentukan masa sejarah tulisan-tulisan tangan dari zaman kuno itu.

Namun sayangnya, ekspedisi kali ini tidak dilanjutkan hingga mencakup wilayah Khirbat - dataran di bawah lokasi gua- kecuali pada bulan Nopember 1951, di mana diketemukan puing-puing perkampungan kuno yang didiami oleh para pengikut sekte Esenes, di dalamnya juga diketemukan benda­benda kuno romawi antara lain; kepingan uang logam, yang dari masa pembuatannya mengindikasikan bahwa gua-gua tersebut dihuni oleh orang-orang tertentu hingga berkobarnya gerakan pemberontakan Yahudi melawan penguasa Romawi antara tahun 66 - 70 M, yang berakhir dengan pembumihangusan kota Jerusalem dan diusirnya bangsa Yahudi dari kota tersebut dan wilayah-wilayah lain di sekitar Jerusalem.

Karena tamak untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan materi, penduduk Ta'amirah menjelajahi hampir seluruh kawasan tepi Laut Mati guna menemukan manuskrip-manuskrip lain yang diperkirakan masih tersembunyi di gua-gua wilayah pegunungan. Pada bulan Nopember 1952, seorang warga Badui Ta'amirah berhasil menemukan gua lain yang tersimpan di dalamnya sejumlah besar gulungan manuskrip yang telah lapuk dan menjadi potongan­potongan kecil. Ia kemudian menjualnya kepada pihak berwenang di Jordan. Cara pencarian yang dilakukan oleh penduduk Ta'amirah itu kemudian ditiru oleh pemerintah Jordan untuk melakukan eksplorasi di gua­gua Laut Mati dalam upaya menemukan naskah­naskah yang masih tersisia. Puncaknya, pada tahun 1965, ditemukan sekumpulan gua yang terdiri dari dua belas buah, juga di wilayah Qumran. Gua-gua baru yang berhasil ditemukan itu selanjutnya diberi nomor sesuai urutan penemuan. Warga Ta'amirah menemukan gua nomor 1, 4, dan 6, sedangkan tujuh gua laiinnya ditemukan oleh pihak berwenang Jordan.


Di pihak lain, Athanasius -setelah melakukan tes kelayakan arkeologis naskah-naskah Laut Mati­telah memberil
Pater De Voux, selanjutnya ditunjuk menjadi Penanggung jawab Ekspedisi Arkeologis Jordan dalam upaya menemukan naskah-naskah kuno di Qumran, merangkap Penanggung Jawab proyek penyiapan dan penerjemahan Naskah. Oleh de Foux, potongan­potongan naskah yang berhasil diketemukan di Gua Nomor-1 diserahkan kepada Dominique Partolemi dan Millick, keduanya patner kerja de Foux di French Dominican I'Ecole Biblique. Penerbitan naskah terjemahan dilakukan oleh Oxford University pada tahun 1955. Namun sebelum itu, pemerintah Jordan telah terlebih dahulu membentuk I

Menyusul sesudah itu, pada tahun 1961, terjemahan manuskrip yang diketemukan di gua kawasan Muraba'at, arah selatan Qumran, oleh Josef T. Milik, telah dipublikasikan pula. Bagian keempat dari manuskrip Muraba'at yang berisikan kitab-kitab Mazmur yang berasal dari temuan di gua nomor 11 itu dipublikasikan pada tahun 1965. Sedangkan bagian kelima yang merupakan potongan-potongan yang berasal dari gua nomor 4 diterbitkan pada tahun 1968.

Pada perkembangan berikutnya, diketemukan pula manuskrip-manuskrip kuno di gua-gua lain di luar kawasan Qumran, antara lain di wilayah Mird, arah barat daya Qumran, Muraba'at (arah tenggara Qumran) dan Masada, sebuah benteng kuno Yahudi di selatan Laut Mati yang dikuasai pemerintah Israel. Dalam usaha menemukan manuskrip-manuskrip kuno itu, penduduk Qumran tidak puas dengan pencarian di Qumran saja, mereka bahkan telah menjelajahi hampir seluruh kawasan pegunungan yang membentang sepanjang kawasan pantai Laut Mati. Pada bulan 0ktober tahun 1951 lagi-lagi seorang warga Badui Ta'amirah menemukan sejumlah manuskrip dalam bahasa Ibrani dan Yunani di sebuah gua di kawasan oase Muraba'at, kurang lebih 15 km selatan gua Qumran yang pertama, lalu ia menjual naskah temuan itu kepada pihak berwenang Jordan. Pada saat yang sama, sejumlah warga Ta'amirah lainnya menemukan sebagian tulisan-tulisan kristiani di wilayah Mird, dekat Qumran, di antaranya tertulis dalam bahasa Suryani. Sebuah tim ekspedisi yang beranggotakan para arkeolog Israel di bawah pimpinan Yigael Yadin, juga melakukan pencarian naskah kuno antara tahun 1963 - 1965, khususnya di bekas-bekas peninggalan di benteng Masada, dalam wilayah kekuasaan Israel, arah timur laut kota Arikha (AI-Khalil), dan berhasil menemukan beberapa buah naskah kuno. Namun yang menjadi sorotan kita di sini adalah tulisan-tulisan kuno yang berasal dari Qumran, yang diyakini merupakan peninggalan orang­orang sekte Esenes, bukan tulisan-tulisan Yudaisme dan Kristen yang ditemukan di luar Qumran.

Pecahnya Perang Arab - Israel tahun 1967 menyebabkan jatuhnya wilayah Tepi Barat ke dalam cengkeraman pemerintah pendudukan Israel, begitu juga museum Jerusalem, tempat di simpannya manuskrip-manuskrip kuno. Tidak ada yang terlepas Jari penguasaan pihak berwenang Israel selain sebuah manuskrip tembaga, sebab pada saat itu, naskah berada di Amman, Jordan. Dan semenjak saat itu, semua aktifitas publikasi naskah kuno praktis terhenti.



(Footnotes)
1. Pada saat bahasa Yunani menjadi bahasa yang umum dipakai di wilayah Mediteranian, Kitab Perjanjian lama-Bible berbahasa Ibrani- kurang komperhansif bagi sebagian besar masyarakat. Karena alasan ini, para sarjanaYahudi menerjemahkan Kitab Perjanjian Lama dari bermacam-macam teks Ibrani juga dari fragmen-fragmen berbahasa Aramaik, ke dalam bahasa Latin, inilah yang disebut "SEPTUAGINT", lihat Encyclopaedia Britannica Deluxe Edition 2004 CD-Room (penerjemah)


Siapakah Sebenarnya Penulis Naskah Laut Mati ?

 
Bagian 2

Siapakah orang-orang yang mendiami wilayah Qumran antara pertengahan abad ke-2 S M hingga pertengahan abad 1M. yang menyembunyikan manuskrip-manuskrip misterius di gua-gua Laut Mati? Para ilmuwan sepakat bahwa naskah-naskah kuno tulisan tangan yang diketemukan di Qumran .itu adalah milik sekte Yahudi yang menamakan diri mereka "Esenes". Sebutan mereka dengan nama tersebut menjadi bahan perdebatan di kalangan para ahli. Profesor Abbas Mahmud AI-Aqqad dalam buku "Hayat Almasih" (Kehidupan Almasih) edisi kedua, mengemukakan sebagai berikut,

"Pendapat yang paling akurat dari berbagai tesis yang ada adalah bahwa orang-orang yang khusyu, yang menghuni rumah peribadatan di Qumran ilu adalah sekelompok sekte Esenes, salah satu sekte konservatif dan sangat keras mempertahankan hukum-hukum agama Yahudi, yang menantikan keselamatan mereka dengan datangnya Sang Juru Selamat yang dijanjikan. Sekte ini yang juga sempat kami singgung dalam tulisan kami 'Kejeniusan Almasih', merupakan kelompok bani Israel yang paling bersih dari perbuatan dosa dan hawa nafsu. Dalam tingkat keberagamaan, mereka terbagi menjadi tiga kelas. Dalam sumpah kesetiaan, mereka bersumpah untuk menjaga rahasia kelompoknya, dan sesudah itu mereka diharamkan untuk bersumpah seeara benar atau palsu seumur hidup. Mereka beriman pada hari kiamat, kebangkitan dan kerasulan Almasih sang Juru Selamat. Pendapat kami bahwa nama Esenes berasal dari derivasi "asi " yang berarti tabib. "

Para ilmuan sejarah berbeda pendapat berkenaan dangan asal penamaan Esenes. Sebagaimana tersebut di atas bahwa Profesor Aqqad menyebutnya berasal dari akar kata `asi' dalam bahasa Aramik yang berarti tabib. Akan tetapi penulis berbeda pendapat dengan Profesor Aqqad, sebab jamak dari kata "ast"' bukannya "esen" tetapi "asen". Meskipun diketahui bahwa mereka mempergunakan ramuan obat-obatan untuk terapi penyembuhan berbagai macam penyakit, namun mereka bukanlah para tabib, dan tidak terdapat satupun tulisan kuno yang memperkuat dugaan bahwa mereka berprofesi sebagai tabib.

Nama kelompok Esenes tertulis dalam bahasa Yunani dalam karya sejarah Philo Judaeus 1), Josephus Flavius 2), dan Pliny the Elder 3), masing-masing dalam ungkapan " Esenoy" atau " Esau" sedangkan nama orang yang menisbatkan dirinya kepada nama itu disebut " Esawi". Persoalan mendasar yang dihadapi oleh para peneliti adalah bahwa meskipun asal kata dari nama kelompok ini merupakan peristilahan lokal, namun mereka mendapatinya hanya tertulis dalam bahasa Yunani. Untuk itu pertu dilacak asal kata dari istilah tersebut.

Sebagian peneliti mengasumsikan bahwa istilah itu berasal dari bahasa Aramik atau Ibrani; namun mereka tidak kunjung sepakat pada kata tertentu yarig menunjukkan bahwa kelompok tersebut pernah berdiam di wilayah Palestina. Namun demikian, di sana terdapat indikasi kuat yang menghubungkan kelampok Esenes dengan Nabi Yesaya, yang membelot dari kelompok Pendeta Rumah Suci dan memilih hidup menyendiri menantikan kedatangan Sang Juru Selamat pada akhir zaman (hari kiamat). Nama Yesaya dalam bahasa Ibrani adalah "Vasya Ya', seperti "Yasyu"' dan "Yasu"' yang mempunyai satu pengertian yakni keselamatan Tuhan. Sedangkan nama "Yasu"' dalam bahasa Yunani -atau "Isa" dalam bahasa Arab­ditulis sebagai "Esu". Tampaknya bahwa nama Yesaya juga dipakai untuk menamahan murid-murid Nabi Yesaya.

para peneliti telah menemukan tiga bagian dalam Kitab Yesaya ditulis selama kurun waktu dua abad, antara abad ke-6 hingga abad ke-4 SM. Apapun alasannya, di antara jemaat yang mendiami wilayah Qumran bersama nabi Yesaya terdapat hubungan yang erat -berkat penemuan di dalam gua-gua hunian mereka- dengan tulisan-tulisan Nabi Yesaya dalam jumlah besar, dan mereka menafsirkan tulisan-tulisan itu dengan metode khusus yang menjadi rahasia di antara mereka, terutama bagian-bagian yang berkenaan dengan "Hamba Tuhan", dan kelahiran "Emanuel". Naskah-naskah ini juga-lah yang diandalkan oleh para penulis Injil untuk mengisyaratkan kelahiran Isa Almasih yang mereka sebut sebagai "nubuwat Sang Guru di masa mendatang".

Mengetahui asal kata dari peristilahan ini barangkali tidak sedemikian sulit, jika kita mengingat bahwa huruf "ain" dalam bahasa Arab dan pada semua bahasa Semitik akan menjadi "alif" dalam bahasa-bahasa Eropa di antaranya bahasa Yunani. I

Menurut penjelasan Pliny, dalam bukunya "Natural History", sesungguhnya kelompok Esenes mendiami wilayah antara kota Yericho (Ariha) kawasan lembah Jordan di utara dan kota `Ein Juda di tepian Laut Mati di selatan. Kawasan yang sama di mana terletak wilayah tak berpenghuni di Qumran. Paska kedatangan orang-orang Yahudi dari Babel, para pendeta Yahudi berhasil menyeru manusia pada ajaran agama Yahudi yang didirikan berdasarkan penafsiran mereka yang sangat khusus atas Taurat Musa. Dan berdasarkan retorika penafsiran itu pula para pendeta menyusun ulang format kitab suci Yahudi. Bersamaan dengan dibolehkannya orang-orang Yahudi untuk membangun kembali rumah suci kaum Yebusi oleh penguasa Parsi, maka dengan demikian, rumah suci itu menjadi pusat kegiatan peribadatan para pendeta.

Ibadah Yahudi yang dilakukan oleh kelompok pendeta, terdiri dari ritual-ritual tertentu, yang penting di antaranya adalah menyembelih hewan kurban yang dilakukan oleh para pendeta di rumah suci setiap hari, terlebih pada hari Sabat atau hari-hari raya. Orang­orang Yahudi awam, masing-masing diminta untuk mempersembahkan sebagian hasil usaha mereka untuk rumah suci. Oleh sebab jabatan Kependetaan itu menjadi status yang sifatnya turun temurun dalam garis keturunan keluarga "para pendeta", maka secara otomatis, "status kependetaan" itu selanjutnya membentuk hierarkhi baru dalam masyarakat Yahudi, yang mampu mendatangkan sumber kekayaan yang cukup melimpah.

Dengan masuknya komunitas aristokrat dan para pedagang, hierarkhi tersebut selanjutnya menjadi populer sebagai Sekte Saduki atau Sedukhem. Kelas sosial Yahudi tersebut kemudian memegang otoritas atas bangsa Yahudi melalui ritus-ritus keagamaan. Tidak ada doa atau upacara keagamaan lainnya yang berlangsung dalam agama Yahudi yang dapat dilaksanakan sendiri oleh para pemeluk, baik di rumah atau di tempat peribadatan lain, melainkan harus datang ke Rumah Suci di Jerusalem dan mempersembahkan kurban kepada para Pendeta.

Sekte Saduki mempercayai bahwa arwah akan mengalami kematian bersamaan dengan kematian jasad. Sekte Saduki menerapkan ajaran Taurat secara sangat tekstual, dan dalam penafsiran teks-teks Taurat sama sekali terlepas logika akal, seperti halnya analogi. Berdasarkan konsep teori penafsiran seperti itu, maka sekte Saduki tidak mengimani keabadian arwah, tidak pula kebangkitan manusia sesudah mati, atau perhitungan amal perbuatan (hisab). Saduki juga tidak mempercayai adanya wujud malaikat dan jin, karena dalam pendirian Seduki bahwa ajaran Taurat berdiri di atas prinsip kemaha-esaan Tuhan. Oleh karena itu tidak ada penyembahan berhala dan berikut ilah-ilah lain dalam keyakinan Saduki. Sedangkan kepercayaan pada hari kiamat dan hisab di kehidupan akhirat sesudah mati tidak disebutkan dalam kitab­kitab yang dinisbatkan kepada Musa, akan tetapi tercantum di dalam kitab Nabi-nabi, seperti halnya Yesaya.

Sementara sekte Seduki (Kelompok Pendeta) mendasarkan ajaran agama Yahudi hanya pada lima Kitab Taurat saja, yakni lima kitab pertama pada Perjanjian Lama, (Kejadian, Eksodus, Orang-orang Levi, Bilangan dan Ulangan -dan dengan demikian mengesampingkan I

Berdasarkan pada tulisan-tulisan Philo Judaeus, filosof Yahudi dari Aleksandria yang hidup pada awal abad Masehi, dan Josephus, sejarawan yang hidup di Palestina dan penulis sejarah Yahudi untuk Romawi pada akhir abad pertama Masehi, bahwa kaum Esenes tersebut pernah ada di Palestina, tepatnya di kawasan terdekat dengan wilayah barat laut pantai Laut Mati. Dan berdasarkan pada sumber-sumber tulisan kuno, para penganut Sekte Esenes, meskipun mereka adalah pemeluk Yahudi tetapi mereka mempunyai perbedaan yang amat menyolok dengan pemeluk Yahudi pada umumnya, oleh sebab kepercayaan mereka pada keabadian arwah, pada perhitungan di hari akhir, dan mereka tidak melakukan ritus pengurbanan hewan sembelihan di kuil. Dan jumlah mereka relatif kecil, tidak lebih dari 4000 orang pada awal abad pertama Masehi.

Para pengikut sekte Eseness terbagi menjadi dua kelompok; pertama, hidup seperti layaknya para rahib dan tidak menikah, sedang kelompok kedua, hidup bersahaja dan menikah. Meskipun di antara keduanya ada perbedaan, namun semua penganut Esenes mepunyai semangat menjauhkan diri dari dunia materi dan kesenangan hidup. Tidak ada di antara mereka kelompok kaya dan kelompok miskin, karena semuanya menjadi satu dalam hak kepemilikian. Esenes meyakini bahwa wujud materi yakni jasad manusia adalah wujud temporal yang fana. Sedangkan wujud yang hakiki ada di alam kehidupan arwah, dan oleh karena itu mereka tidak takut mati. Orang-orang Esenes ini hidup dalam kelompok-kelompok secara sangat bersahaja, mengenakan selendang putih ciri khas mereka. Rutinitas keseharian mereka dimulai dengan bangun pagi untuk melaksanakan shalat fajar kemudian pergi ke ladang karena sebagian besar mata pencarian mereka adalah bercocok tanam. Mereka mengerjakan shalat yang kedua saat matahari tenggelam dan sesudah itu berkumpul bersama anggota keluarga untuk makan malam, yang umumnya terdiri dari roti dan satu macam jenis sayuran.

Bersuci dengan mempergunakan air sebelum melakukan shalat, merupakan tradisi ibadah sangat penting dan dipegang teguh oleh para pengikut sekte Esenes. Bukan hal yang sederhana bagi siapapun untuk menjadi anggota sekte Esenes, khususnya wanita, karena sekte Esenes tidak menerima keanggotaan dari kaum hawa. Yang berminat menjadi anggota sekte Esenes terlebih dahulu harus lolos ujian panjang yang berlangsung selama satu tahun. Jika yang bersangkutan lulus, ia baru diperbolehkan mengikuti ritual-ritual khusus selama dua tahun dan baru benar-benar menjadi anggota pada tahun ketiga.

Orang-orang dari sekte Esenes mempunyai kebiasaan yang sangat unik, di mana mereka memanfaatkan sebagian besar waktu malam untuk membaca Taurat juga Kitab Nabi-Nabi, khususnya I

Perselisihan yang terjadi antara Esenes dan Seduki menjadi sebab bagi lahirnya sekte baru yang memiliki struktur kepercayaan moderat, yang dikenal dengan nama Farisi. Tersebarnya filsafat Plato yang mempercayai adanya alam spiritual metafisis, berakibat pada munculnya keyakinan akan keabadian arwah sesudah mati. Sekte Farisi percaya pada takdir, yang substansinya adalah bahwa segala sesuatu yang terjadi sesungguhnya telah ditentukan sebelumnya dan tidak mungkin untuk dihindari. Akan tetapi mereka juga meyakini kebebasan manusia untuk berkehendak dan memilih. Mereka mengataan bahwa Tuhan akan memberi kemudahan bagi mereka yang berbuat kebajikan, sedangkan orang yang meniti jalan kejahatan, Tuhan akan membiarkan dirinya dengan pilihannya itu. Bertolak dari keyakinan ini mereka mengatakan bahwa arwah orang-orang jahat akan ditempatkan dalam penjara abadi dan mengalami siksaan sepanjang masa. Adapun arwah orang-orang yang baik dalam pandangan Farisi, mereka itu akan hidup kembati dalam jasad lain. Dengan ungkapan lain mereka percaya pada inkarnasi atau kembalinya arwah ke bumi.

Sebagai usaha memberikan legitimasi atas penafsiran-penafsiran mereka yang sangat bertolak belakang dengan ajaran para Pendeta, sekte Farisi mendirikan konsep teori baru yang mengatakan bahwa selain Taurat tertulis, Tuhan juga memberikan kepada Musa "Hukum Lisan" yang sampai kepada mereka melalui jalam periwayatan yang turun temurun -dan selanjutnya mereka mengabadikannya dalam Talmud­. Di samping itu mereka juga mempergunakan logika akal dalam menafsirkan teks-teks kitab suci. Mereka berpendapat bahwa perubahan zaman akan berarti perubahan tuntutan, sehingga yang penting dalam hal ini adalah penerapan substansi hukum, bukan formalitas hukum itu. Seperti contoh, dalam menerapkan ayat "mata dibalas dengan mata", mereka mengatakan bahwa pada masa itu, tidak mesti harus dengan membunuh pelaku, sebab hal itu dapat saja diganti dengan memberikan ganti rugi kepada korban.

Tidak diragukan bahwa orang-orang Farisi-lah yang membangun agama Yahudi Rabinik (Rabbinic Judaism) setelah berakhirnya masa kependetaan menyusul hancurnya Rumah Suci Yerusalem di tangan penguasa Romawi pada tahun 70 S M, dan semua pendeta yang ada di dalamnya tewas terbunuh. Namun demikian kita melihat adanya kesamaan pandangan antara sekte Farisi dan Seduki berkenaan dengan jatidiri dan peran Almasih. Kaum Farisi memerangi pengikut-pengikut Isa As. dan menghalang-halangi misi kaum Esenes. Orang-orang Yahudi -hingga saat ini- masih menantikan kedatangan Mesiah yang lain, selain Isa, yang akan menjadi Pemimpin dan Raja keabadian. Maka berdasarkan keyakinan ini, penulis berpendapat bahwa kelompok Esenes, meskipun mereka menjadi bagian dari komunitas Yahudi sebelum kehancuran Beit Suci, namun pada hakikatnya mereka sangat berbeda dengan Yahudi pada umumnya, berkenaan dengan keimanan pada keabadian arwah dan hari kiamat. Pada saat kedatangan sang Guru, yang akan memimpin pertempuran "Putera cahaya" melawan "Putera kegelapan". Mesiah yang mereka nantikan akan menang dan kejahatan akan sirna sepanjang masa. Oleh sebab itu, kebanyakan para peneliti condong kepada kesimpulan bahwa orang­orang sekte Esenes adalah komunitas Judeo-Kristen yang akan kita ketahui lebih lanjut tentang jati diri mereka pada bahasan-bahasan mendatang.

(Footnotes)
1. Disebut juga Philo of Alexandria, Filosof Yahudi yang berbahasa Yunani, seorang yang paling representatif dalam Yahudi Helenis, dalam tradisi Kristen ia dianggap sebagai pelopor Teologi Kristen (pent-). Lihat Encyclopaedia Britannica.

2. Nama aslinya Joseph Ben Matthias, pendeta Yahudi, sarjana, dan ahli sejarah yang menulis karya-karya tak ternilai tentang revolusi Yahudi th. 66-70 juga tentang sejarah Yahudi masa awal. Karya terpentingnya adalah Sejarah Perang Yahudi (75-79), "The Antiquities of the Jews" (93), dan "Against Apion". (Pent-). Idem.

3. Lahir th 23 M di Gaul (sekarang Itali), nama lengkapnya dalam bahasa latin Gaius Plinius Secundus, penulis "Natural History", merupakan karya ensiklopedi. (pent-), idem.

Disadur dari Misteri Naskah Laut Mati
Diterjemahkan dari Judul Asli
Makhtutat al Bahri al Mayit
Karya : Ahmad Osman
Copyright Maktabatu as Syuruq, Cairo, 


Sumber : yasirmaster.blogspot.com

Jumat, 11 Februari 2011

Al-Quran Berbicara Tentang UFO

Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal laut atau kapal udara.

 

Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang populer disebut “piring terbang”. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya “piring terbang”.

Khusus mengenai “piring terbang”, oleh surat An-Nahl ayat 8 adalah kendaraan yang tidak diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian positif dan bagian negatif dari “piring terbang” itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah “berpasangan-pasangan” itu adalah kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin adalah “piring terbang” yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.


Dan (Dia Telah menciptakan) kuda, bagal* dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya) perhiasan. dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya.
(Surat An-Nahl ayat 8 )

* Bagal adalah peranakan kuda dengan keledai.

Ayat ini menerangkan soal kendaraan yang biasa dan bisa dipakai oleh manusia. Manusia biasa menggunakan kendaraan ternak. Kuda dan keledai merupakan tenaga pembawa dan penarik maka keadaannya sama dengan mobil dan kapal terbang selaku pembawa dan penarik. Penggalan kata “bisa” pada paragraf ini, merupakan sesuatu yang belum diketahui manusia tentang kendaraan.

Baik kuda dan keledai maupun mobil dan kapal terbang sama-sama menggunakan tenaga tolak ke belakang untuk maju ke depan, pada dasarnya kedua macam kendaraan itu memiliki prinsip yang sama. Lalu kendaraan apa yang belum diketahui manusia seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8 itu?

Hal ini dijawab sendiri oleh Al-Quran :


Dan yang menciptakan semua yang berpasang-pasangan dan menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi.


Supaya kamu duduk di atas punggungnya, kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”.


Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.
(Surat Az-Zukhruf ayat 12 - 14)

Kalau anda membaca susunan ayat Al-Quran ini sepintas mungkin anda tidak merasa mendapatkan sesuatu yang aneh dan baru. Akan tetapi, patut diketahui bahwa tidak ada satu pun ayat suci Al-Quran yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Rasul-Nya yang percuma atau tidak memiliki makna. Kalau anda teliti dan merenungkannya dalam-dalam, semua ayat-ayat yang terkandung dalam Al-Quran itu selalu memiliki unsur-unsur keterkaitan antar ayatnya, baik kaitan ayat yang ada di dalam surat itu sendiri atau kaitan ayat pada surat-surat Al-Quran yang lain. Sederhananya, keterkaitan satu ayat dengan ayat yang lainnya seperti dunia internet yang sedang anda jelajahi ini. Suatu halaman web yang berisi informasi selalu memiliki kaitan atau link, baik link yang menuju ke halaman web itu sendiri ataupun link yang menuju ke halaman web yang lainnya.

Nah, semua unsur-unsur yang saling berkaitan itu tak jarang selalu menghasilkan pemahaman ilmiah yang dapat diterima oleh akal sehat. Dengan begitu, memahami susunan ayat-ayat di atas ini maka “benda terapung” ini adalah suatu kendaraan yang belum diketahui oleh manusia. 

Seperti yang disebutkan pada surat An-Nahl ayat 8.
Susunan ayat-ayat diatas nantilah kita analisis belakangan.
Sekarang kita masuki persoalan yang nantinya jadi bahan dalam penganalisaan itu.

Al-Quran sering sekali menjelaskan persoalan rotasi dan orbit benda-benda angkasa. Hal itu merupakan gambaran bagi setiap orang agar selalu memperhatikan kenapa Bumi ini berputar pada porosnya, kenapa planet ini bersama planet-planet yang lainnya beredar mengelilingi matahari yang juga berputar di porosnya. Semua planet itu tidak bertiang, tidak bertali dan juga tidak memiliki tempat bergantung. Semuanya bergerak dalam keadaan bebas terapung. Hanya Rawasialah yang memutar planet itu di sumbunya sambil berputar-putar mengelilingi matahari. Sungguh Rawasia itu adalah wujud penting dari sesuatu yang harus diteliti lebih dalam lagi oleh para astronom. Dengan mengetahui keadaan Rawasia setiap planet, maka tabir misteri alam semesta yang tak terbatas itu akan terkuak.

Bumi yang beratnya sekitar 700 triliun ton tidak jatuh pada matahari karena gaya lantingnya (centrifugal) dalam keadaan mengorbit, sebaliknya Bumi juga tidak terlanting jauh keluar dari garis orbitnya sebab ditahan oleh gaya gravitasi pada matahari sebagai pusat orbit. Kekuatan gaya lanting Bumi dan gaya gravitasi adalah sama besarnya, orang ahli menyebutnya dengan Equilibrium. Oleh karena itulah sampai hari ini Bumi yang kita diami terus menerus berputar dan beredar mengelilingi matahari.

Andaikan kalau Bumi hanya memakai gaya lantingnya saja tanpa menggunakan gaya gravitasi. Maka, bisa dipastikan Bumi akan melayang jauh meninggalkan matahari. Dengan begitu, tenaga centrifugal seperti yang dimiliki Bumi dapat diadopsi oleh “piring terbang” untuk terbang jauh jika tenaga gravitasinya dihilangkan.

Nah, akhirnya kita pun sampai pada pertanyaan ini, bagaimana cara menghilangkan gaya gravitasi itu?

Salah satu caranya adalah dengan memutar bagian pesawat secara horisontal. Apabila putaran itu semakin cepat maka semakin besar pula gaya centrifugal yang dihasilkan dan semakin kecillah gaya gravitasinya, sampai akhirnya gaya gravitasi ini akan hilang sama sekali dan mulailah pesawat dapat terangkat dengan mudah tanpa terpengaruh oleh gravitasi Bumi.

Mungkin anda akan bertanya, bagaimana bisa pesawat dapat berputar terus menerus tanpa tumpuan? Dari situlah kita namakan pesawat ini dengan Shuttling System, yaitu pesawat berbentuk piring dempet yang ditengah-tengahnya adalah tempat penumpang.
Anda bisa simak gambar ilustrasi struktur “piring terbang” dibawah ini.


A. Bagian Atas, kita namakan Positif, berputar ke kanan, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

B. Bagian Bawah, kita namakan Negatif, berputar ke kiri, semakin ke pinggir massanya semakin tebal dan berat.

C. Bagian Tengah, kita namakan Netral, disinilah tempat awak pesawat serta perlengkapan dan mesin yang memutar Positif dan Negatif sekaligus dalam satu kendali.


Praktis pesawat pun akan terangkat dibantu dengan ledakan seperlunya untuk tenaga pembelok dan untuk penambahan kecepatan sewaktu berada di angkasa tanpa bobot.

Bagaimanapun nantinya wujud konstruksi pesawat itu, kita serahkan saja kepada para profesor dan kita yakin nantinya di masa depan akan terwujud sebagai pesawat kebal peluru dan tak memerlukan landasan tertentu karena dia dapat berdiri statis di angkasa dan yang lebih hebat lagi adalah bahwa pesawat itu tentunya water-proof alias anti-air yang kalau pada saat diperlukan dia dapat langsung masuk ke dalam lautan dan keluar lagi sesuai kehendaknya.
Kita boleh mengatakan bahwa kendaraan manusia kini sudah kolot, kuno atau usang karena sistem yang dipakainya sudah berlaku selama ribuan tahun, yang semuanya itu memakai prinsip menolak ke belakang untuk maju ke depan dan menolak ke bawah untuk naik ke atas. Setelah manusia sanggup memakai gaya centrifugal berbentuk “piring terbang” barulah manusia akan memulai kendaraan modern.

Jadi, masa terwujudnya “piring terbang” adalah batas antara ke-kuno-an dan kemodernan peradaban manusia. Batas ini disebut oleh Al-Quran dalam surat Az-Zukhruf ayat 13 diatas dengan bahasa kiasan, bahwa profesor yang mulai menggunakan “piring terbang” mengatakan; Waktu itu manusia baru memulai hidup dalam generasi lain yaitu generasi pesawat itu tidaklah segenerasi dengan modern.

Dalam peradaban modern dimana manusia umumnya memakai piring terbang sebagai kendaraan, akan banyak sekali perubahan dalam kehidupan baik di bidang jasmaniah maupun di bidang rohaniah. Di bidang jasmaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang tak lagi membutuhkan jalan raya dan rel kereta api yang pembangunannya sangat banyak menghabiskan tenaga, tempat, benda dan waktu. Orang-orang akan memanfaatkan daerah itu untuk tempat tinggal atau untuk kebutuhan lainnya. Orang-orang akan memindahkan perhatiannya terhadap lautan sebagai sumber makanan karena lautan itu memang sangat luas yang mengandung berbagai bahan untuk keperluan hidup, dan daratan sebagian besar akan dijadikan orang untuk tempat bermukim. Orang-orang nantinya akan melakukan penerbangan antar planet secara lazim dimana planet Jupiter, Venus, Saturnus dan planet yang lebih besar lainnya akan menjadi sasaran dalam perekonomian dan politik.

Di bidang rohaniah akan berlaku perubahan dalam kehidupan seperti, orang-orang akan menyadari bahwa alam semesta ini memang diciptakan untuk kebutuhan hidup manusia oleh Allah Yang Maha Esa. Orang-orang akan menyadari bahwa manusia di planet Bumi dalam tata surya ini berasal dari satu diri, satu spesies, atau serumpun. Bukan dari hasil evolusi monyet, seperti teori Darwin yang dikalahkan logika. Orang-orang akan menyadari bahwa agama yang diturunkan oleh Allah SWT itu hanyalah agama Tauhid yang sama sebagaimana yang tercantum dalam surat Al-Imran ayat 83. Orang-orang akan menyadari bahwa agama Tauhid yang diturunkan Sang Khaliq itu mengandung hukum yang sesuai dengan kejadian dan naluri yang terdapat di alam semesta raya dan pada diri manusia sendiri, dan bahwa menolak agama itu berarti merugikan diri sendiri.


Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa Sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
(Surat Al-Fushshilat ayat 53)


Maka apakah mereka mencari agama yang lain selain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di planet-planet dan di bumi ini, baik dengan suka maupun terpaksa dan Hanya kepada Allahlah mereka akan kembali.
(Surat Al-Imran ayat 83)

Ini cuma artikel hanya untuk dibaca dan diketahui saja, jangan artikel ini bisa menjadi perpecahan umat menuding aliran agama dan lainya karena bisa dosa.sekali lagi haya untuk pengentahuan saja.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...